Hasil Uji Sampel Kandungan Boraks dan Formalin di Pasar Pamotan Masih Aman

oleh
Foto: pengambilan sampel daging dari salah satu penjual daging di pasar Pamotan (Rendy/ISKNEWS.COM)

Rembang, ISKNEWS.COM – Kasus kecurangan para pedagang dipasar banyak dijumpai menjelang pertengahan Ramadhan, khususnya para penjualan daging yang tidak mau rugi, mereka menggunakan zat kimia untuk mengawetkan daging yang tersisa dari jualannya.

Mengantisipasi hal itu, Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Rembang menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di pasar Pamotan, Rabu,(23-05-2018).

Sidak menyasar ke produk daging ayam, kambing dan sapi sekaligus produk olahannya, dengan tujuan mengecek apakah produk pangan berbahan dasar hewan yang dijual ini mengandung formalin, boraks atau tidak.

TRENDING :  "Trauma Center" BPJS Ketenagakerjaan Sasar Puskesmas Sebagai Mitra Kerja

Pelaksana Bidang Peternakan dan Keswan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Dr. Muhammad Anwarul Fu’ad mengatakan, untuk mengenali adanya kandungan formalin biasanya lebih mudah daripada untuk boraks. Daging yang mengandung formalin bisa dilihat dengan kasat mata.

“Kalau untuk boraks dalam bentuk olahan biasanya seperti bakso, nugget, sosis biasanya lebih sulit. Bisa diketahui melalui uji sampel. Kalau untuk formalin bisa diketahui dengan kasat mata. Yang pertama daging bila dipegang terasa keras, tingkat kekenyalan berkurang. Kemudian tidak ada lalat yang hinggap. Warnanya juga lebih pucat,” jelasnya.

TRENDING :  Selama Libur Lebaran Layanan Kesehatan Dimaksimalkan

Lebih lanjut Fu’ad menerangkan, dari hasil uji sampel yang diambil dari pedagang di pasar Pamotan tidak ada produk yang mengandung bahan berbahaya tersebut. Namun demikian masyarakat khususnya warga Pamotan diminta tetap cermat dalam membeli daging.

“Kami mengambil delapan sampel untuk daging, untuk baksonya ada tiga sampel. Kemudian yang kita uji lebih lanjut ada dua yang kita curigai terindikasi zat kimia tersebut. Hasilnya, uji formalin dua sampel negatif dan untuk uji boraks dua sampel juga negatif,” pungkasnya.

TRENDING :  Ibu Hamil Konsumsi Durian? "Why Not"

Sidak untuk memeriksa kandungan boraks dan formalin akan rutin dilakukan. Melihat kasus kecurangan para penjual daging rawan terjadi saat bulan Ramadhan dan menjelang lebaran seperti saat ini. (RTW/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :