Hidup Berkah Bebas Sampah, MWC NU Mejobo Kudus Giatkan Trash N Tree, Apa Itu?

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Bhakti sosial program Trash n Tree (TNT) merupakan program sedekah sampah dan gerakan menanam pohon. Program yang digagas MWC NU Kecamatan Mejobo itu terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan mengikhlaskan hasil panen sampah untuk keperluan sosial serta mengajak masyarakat sadar akan menanam pohon.

Achadun, Direktur Utama (Dirut) Managemen Ekonomi MWC NU Mejobo menjelaskan, Sampah yang harus warga kumpulkan adalah sampah anorganik (sampah yang tidak bisa busuk) seperti : Botol dan gelas air mineral/ minuman ringan, Kertas dan kardus, Kaleng bekas, Plastik kresek, Besi, dan lainnya.

Dan nantinya setiap rumah selain mendapatkan “Salam OK” juga akan menerima reward berupa POHON CALINA yang bisa ditanam di halaman rumah. Hasil dari Pohon Calina berupa buah dapat dikonsumsi sendiri ataupun dapat di budidayakan untuk kepentingan bisnis masyarakat sekitar.

TRENDING :  Kembali Digelar, Festival Maulid ke 6 Dimeriahkan 32 Group Rebana se Jateng DIY

“Artinya masyarakat di wilayah Kecamatan Mejobo Kudus yang sedekah sampah anorganik ke kami, maka akan mendapatkan penghargaan Bibit Pohon Calina,” jelasnya disela-sela launching perdananya, pada Selasa (20/11/2018).

Lalu, dari 11 Desa di Kecamatan Mejobo, baru ada 7 Desa yang bergabung, nantinya cakupan TNT akan meluas hingga 11 Desa. “Bagi warga di wilayah Kecamatan Mejobo yang berminat jadi agent atau member dari TNT bisa menghubungi HP 082243324057 (Fera) dan HP 0856412660726 (Zainal Abidin).

Lebih lanjut, TNT adalah program sedekah sampah dan gerakan menanam pohon. Program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan mengikhlaskan hasil panen sampah untuk keperluan sosial serta mengajak masyarakat sadar akan menanam pohon.

TRENDING :  Barisan Penunggang Kuda Warnai Kirab Religi Peringatan Maulid Muhammad SAW Remaja Mushola Abdullah Mlatilor Kudus

Dijelaskan Achadun, Kenapa harus TNT? Karena sampah saat ini tidak bersahabat dengan lingkungan. “Semakin canggih teknologi di dunia, semakin beragam kegiatan manusia, maka semakin banyak sampah yang ditimbulkannya, Apalagi budaya masyarakat Indonesia terhadap sampah masih budaya membuang bukan mengelola,” tuturnya.

Padahal, lanjut Achadun, Hampir semua sampah mempunyai nilai & dapat dimanfaatkan. Kita jarang merasakan asrinya tumbuhan hijau karena banyaknya pembangunan di kota sehingga harus mengorbankan hilangnya pepohonan di sekitar kita.

Tujuan TNT sendiri, Achadun membeberkan, adalah untuk menurunkan penyakit berbasis lingkungan, menumbuhkan budaya mengelola terhadap sampah, menghasilkan Oksigen dan mengurangi Karbondioksida.

TRENDING :  Rumah Zakat Gegerkan Lansia di Jepang Mejobo Kudus, Ini Reaksinya

Adapun target atau sasaran kami supaya masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan dan tumbuhnya budaya mengelola sampah.

Kemudian, Kegiatan kesehatan/sosial masyarakat bisa di danai dari hasil panen sampah. “Dengan banyaknya pohon, akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara sekitarnya akan menjadi sejuk dan nyaman. Maka, kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya,” terangnya.

Perlu diketahui, “Hasil panen sampah ini akan dikumpulkan setiap 2 pekan sekali oleh TIM TNT yang akan berkeliling ke rumah warga di hari dan waktu yang telah ditentukan,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :