Hindari Penyakit Ginjal Dengan Pola Makan dan Hidup Sehat

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Pasien cuci darah (hemodialisa) yang disebabkan oleh penyakit gagal ginjal di rumah sakit Dr. Loekmonohadi Kudus meningkat. Hal itu membuat pasiennya harus melakukan cuci darah dengan menggunakan mesin.

Ginjal merupakan organ yang penting dalam sistem metabolik tubuh manusia karena memiliki fungsi utama sebagai penyaring racun dan zat sisa dalam darah. Bila ginjal rusak dan sudah mengalami gagal ginjal, maka biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

Kepala ruang Hemodialisa RSUD dr. Loekmonohadi Kudus, Suhardi mengatakan, Rata-rata pasien gagal ginjal ini karena sebelumnya dalam pola makan dan pola hidup tidak sehat.

TRENDING :  Percepat Proses Penyembuhan Patah Tulang

“Di RSUD dr. Loekmonohadi, saat ini terdapat 15 mesin untuk cuci darah. Kami per hari rata-rata menerima pasien cuci darah sekitar 25 nan orang. Sedangkan per pasien untuk cuci darah memakan waktu 4 jam. Hal itu membuat para pasien harus antre,” katanya Kamis (8-3-2018) lalu.

TRENDING :  PPNI Kudus Gelar Seminar Nasional & Workshop Kesehatan

Karena ada banyak penyebabnya, kata Suhardi, maka gejala yang dialami tiap pasien pun tak sama. Biasanya gejala-gejala yang menyertai gagal ginjal adalah dengan mengamati urin, jika urin keruh, bau, atau berbusa, maka segera temui dokter. Hal itu kuga berlaku jika terlalu sering buang air kecil atau sebaliknya, jarang buang air (kencing berkurang).

Lalu hilangnya nafsu makan, mual, pusing atau muntah. Selain itu, lanjut Suhardi, anemia,lemas, cepat lelah dan kulit gatal atau kulit jadi kekuning-kuningan/cokelat.

TRENDING :  Puluhan Warga Mlati Kidul, Ikuti Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular

Salah satu pasien ginjal, Anwar (55) mengaku sudah 1,5 tahun ini melakukan cuci darah di RSUD Kudus. Sebelumnya saat dia masih seha, seringkali minum minuman instant, bersoda dan semua jenis makanan dilahapnya. Sampai akhirnya di menderita diabetes melitus dan divonis gagal ginjal. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :