Hoax Bukan Produk Jurnalistik

by
isknews

isknewsSemarang – Media sosial seringkali disebut sebagai pilar demokrasi kelima di tanah air. Melalui media sosial, masyarakat dapat mengetahui dan berbagi informasi apa saja. Baik informasi yang semata-mata bersifat hiburan, hingga informasi yang memuat persoalan politik dan SARA. Sayangnya, informasi yang dipublikasikan di media sosial tidak seluruhnya informasi yang akurat.

TRENDING :  Lulusan SMK Harus Terampil Dan Trengginas

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Jawa Tengah, Teguh Hadi Prayitno mengimbau, tidak semua informasi yang beredar di media sosial merupakan produk jurnalistik. Beberapa di antaranya adalah informasi yang belum terbukti kebenarannya atau biasa disebut hoax.

“Tidak semua (informasi) yang muncul di media sosial itu adalah produk jurnalistik. Ada kriteria-kriteria produk jurnalistik yang itu layak dipercaya. Kalau memang mau ditertibkan, maka yang bukan produk jurnalistik itulah yang harus ditertibkan,” tegas Teguh saat menjadi narasumber Talkshow Bangun Praja bertajuk “Melawan Berita Tidak Benar (Hoax)” di Studio Cakra Semarang TV, Selasa (10/1).

TRENDING :  H. Musthofa : Penguatan Ekonomi Merupakan Pilar Kekuatan Dakwah

Teguh menjelaskan, produk jurnalistik dihasilkan oleh insan pers berdasarkan kaidah-kaidah yang tercantum di dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Awak media, diwajibkan selektif terhadap sumber informasi. Apakah sumber informasi benar-benar kredibel dan memang berwenang untuk mengungkapkan fakta.

TRENDING :  Ganjar, Indonesia Tidak Akan Terpuruk Bila Mahasiswa Kritis Dan Terlibat Mencari Solusi

KOMENTAR SEDULUR ISK :