Hoax ! Kabar Penculikan Anak Di Kudus

oleh

Kudus,ISKNEWS.COM – Maraknya capture foto dan video tentang kabar  penangkapan  penculik anak yang beberapa hari belakangan banyak beredar di media sosoial, tak urung menimbulkan keresahan bagi sebagian masyarakat.

Termasuk postingan penculikan anak yang katanya terjadi di wilayah Kabupaten Kudus, yang disampaikan oleh salah satu akun menjadi viral di media sosial akhir-akhir ini.
Berkaitan dengan pemberitaan tersebut, Kasubbag Humas Polres Kudus Kompol Sumbar Priyono menyatakan pemberitaan yang akhir-akhir ini viral di medsos terkait penculikan anak yang ada di wilayah Kabupaten Kudus adalah tidak benar.

TRENDING :  Sejumlah Tim Penggerak PKK Jekulo Mendapat Sosialisasi Pilkada Serentak Tahun 2018

“Nggak benar, itu hoax. Masyarakat jangan resah. Saya tegaskan pemberitaan tersebut adalah hoax,” ucapnya, Selasa (23/10/2018).
“kami sedang menyelidiki motif dari pemilik akun yang mengunggah foto dan video tentang peristiwa tersebut yang ternyata hanya penangkapan orang gila yang dituduh sebagai penculik anak,” katanya.

Ditambahkan oleh Kompol Sumbar, pihaknya telah melakukan kroscek dijajarannya, termasuk data yang masuk di unit PPA Sat Reskrim Polres Kudus dan diketahui bahwa wilayah Kabupaten Kudus secara umum dalam keadaan kondusif. “Sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait kasus penculikan anak di wilayah Polres Kudus” tegasnya.

TRENDING :  Hati - Hati Supir Angkot Menjadi Sasaran Penipuan Model Baru

Polisi mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap kabar atau informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Selain itu, sambung Sumbar, masyarakat diminta tidak menyebarluaskan info atau berita bohong.
“Masyarakat harus lebih teliti saat mengetahui adanya hal-hal yang bersifat menghasut atau hoax di media sosial, dan jangan terburu-buru menshare atau membagikan kabar berita yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

TRENDING :  Warga Jojo Kudus Ditusuk Orang Tak Dikenal di Depan Balai Desa

Hukum negara melarang untuk menyebarkan berita hoak dan memberikan sangsi yang cukup berat,  demikian halnya hukum agama memerintahkan kita untuk selalu cross check terlebih dahulu atau tabayun.
“Jadilah netizen yang cerdas, pastikan info yang diterima sudah diklarifikasi.  Jaga jari-jari kita dari perbuatan dosa karena telah ikut menyebarkan berita bohong,” pungkas dia. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :