Hujan Mulai Turun, BPBD Masih Suplai Air Bersih Di Beberapa Wilayah Krisis

oleh
Relawan BPBD saat memberikan bantuan air bersih di wilayah Desa Sidorekso Kaliwungu Kudus (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com –  Meski  hujan sudah beberapa kali mengguyur kota kretek bahkan pada beberapa kesempatan berkategori curah hujan tinggi, namun pada beberapa wilayah di Kabupaten Kudus ini masih mengalami kesulitan air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat tetap menyiapkan tangki air bersih untuk membantu warga. ,masih ada beberapa desa yang diprioritaskan karena mengalami krisis air. Hal itu dilakukan setelah ada permintaan dari warga.

“Sampai saat ini masih ada beberapa desa yang kami droping, meski curah hujan telah turun di beberapa tempat, ” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Bergas Catursasi Penanggungan melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Atok Darmo Broto di Kudus, Jumat (24/11/2018).

TRENDING :  Pemkab Dorong RS Swasta Berlomba Tingkatkan Layanan

Beberapa daerah yang masih mengalami kesulitan air bersih, seperti di Kecamatan Jekulo di antaranya, Desa Gondoharum, Desa Bulung Kulon, Desa Bulung Cangkring, sedangkan di Kecamatan Kaliwungu terdapat satu desa, yakni Desa Kedungdowo.

“Dengan begitu, BPBD Kudus hingga saat ini masih melakukan droping air bersih di setiap desa yang kekurangan air bersih dan mendapatan pasokan 5.000 liter atau satu truk tangki,” ujarnya.

Jumlah desa yang kekurangan air bersih saat ini, katanya, jauh berkurang karena sebelumnya mencapai 18 desa.

TRENDING :  Oknum Dishub Kudus Yang Terindikasi Lakukan Pungli Diberi Sanksi Tegas

“Seperti Desa Jojo, Desa Kesambi, Desa Kutuk, Desa Lambangan, Desa Bakalankrapyak, dan Desa Gribig awalnya juga membutuhkan suplai air bersih, kini tidak membutuhkan lagi karena sumur mereka mulai terisi air,” katanya.

Berdasarkan data BPBD Kudus, jumlah daerah rawan kekeringan di Kabupaten Kudus saat ini berkurang dari sebelumnya tercatat 24 desa yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Gebog, Kaliwungu, Jati, Undaan, Dawe, Bae, Jekulo, dan Mejobo, kini berkurang menjadi 20 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kaliwungu, Undaan, Jekulo, dan Mejobo.

Arnada air bersih BPBD Kudus saat mensuplay air bersuih bagi masyarakat desa Gondoarum Jekulo Kudus (foto: istimewa)

Desa yang masuk kategori rawan kekurangan air bersih, yakni Desa Blimbing Kidul, Setrokalangan, Kedungdowo, Papringan, Banget, dan Sidorekso (Kecamatan Kaliwungu), Desa Kutuk, Glagahwaru, Terangmas, Lambangan (Kecamatan Undaan), serta Desa Sidomulyo, Desa Pladen, Desa Sadang, Bulung Kulon, Bulung Cangkring (Jecamatan Jekulo), sedangkan di Kecamatan Mejobo, meliputi Desa Temulus, Hadiwarno, Kesambi, Jojo, dan Payaman.

TRENDING :  GJL Minta Layanan RSUD Kartini Jepara Diperbaiki

Untuk antisipasi daerah rawan kekurangan air bersih, BPBD Kudus setiap tahunnya selalu menyediakan anggaran untuk penyediaan air bersih.

BPBD Kudus juga melibatkan perusahaan swasta untuk membantu droping air bersih untuk kawasan tertentu sehingga masyarakat yang membutuhkan suplai air bersih bisa segera tertangani. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :