HUT ke-20 Jam’iyyah Az-Zahra Kudus Hadirkan Ustadz Wijayanto

HUT ke-20 Jam’iyyah Az-Zahra Kudus Hadirkan Ustadz Wijayanto

Kudus, isknews.com – Masyarakat berbagai lapisan membanjiri pengajian umum peringatan Harlah ke-20 Jam’iyyah Az-Zahra Kudus yang telah digelar di gedung JHK Getas Pejaten Kudus, pada kamis malam (20/7/2017).

Jam’iyyah khusus ibu-ibu yang saat ini beranggotakan 50 orang itu terakhir memperingati gebyarnya pada 1997 dengan mengundang Emha Ainun Najib atau Caknun, dan kali ini Azzahra mengundang penceramah kondang asal Yogyakarta, Dr. H. Ahmad Wijayanto atau akrab disapa Ustadz Wijayanto.

Ari Kusmiran pembina Az-Zahra melalui Nur Farida ketua Azzahra Kudus, kepada isknews.com menjelaskan, Azzahra berawal dari sekelompok ibu-ibu pengantar putra-putrinya di TK Pertiwi kabupaten Kudus waktu itu dan sebenarnya jami’yyah kami sudah ada sejak 30 tahun yang lalu dengan perintis pertamanya Ibu Sholeh, namun baru diresmikannya semenjak 1997 silam.

TRENDING :  Ajaran Ki Hajar Dewantara Mulai Luntur

“Kegiatannya banyak, selain mengadakan kegiatan rutin sebulan sekali, pada hari-hari tertentu, Az-Zahra juga mengadakan pengajian kitab fiqih, selain itu mengadakan santunan yatama yang diadakan setahun dua kali, yakni waktu Bulan Muharram dan Ramadhan,” ujar Farida.

Dengan bertambahnya usia, Az-Zahra sedikit banyak bisa membantu pemerintah dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat. “Adanya kegiatan di Azzahra, Semoga bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan menambah nilai manfaat bagi ummat,” harapnya.

TRENDING :  Hilang Sejak Januari 2017, Gadis Asal Gebog Ditemukan Di Rembang

Foto Bersama usai acara

Ustadz Wijayanto, dalam ceramahnya menekankan pada hadirin untuk bisa menjaga kerukunan, kedamaian. Dirinya mengajak hadirin untuk senantiasa menjadikan agama sebagai pilar dalam hidup keluarga. Dosen Magister Manajemen UGM itu telah menerapkan pemahaman mengenai agama kepada anak-anaknya sejak dini.

Terpisah, Alumnus Universitas Islam Internasional Islamabad itu saat ditemui eksklusif isknews.com mengaku telah beberapa kali mengunjungi kabupaten Kudus, “namun tidak untuk keperluan ceramah,” kata pimpinan yayasan ya ummi fatimah itu.

Menanggapi tentang adanya isu intoleran di negeri ini, wijayanto berpesan untuk tidak langsung percaya kepada berita yang belum jelas kebenarannya, sebab ulah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Sebagai solusinya, kita harus tabayyun dengan kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits,” Tegasnya.

TRENDING :  Alumni 9 Angkatan ini Turut Meriahkan HUT SMA 2 Bae Kudus ke-35

Sementara Suyanto pengunjung asal Mejobo mengaku senang dirinya bisa bertemu langsung dengan ustadz yang biasanya riwa riwi di stasiun televisi nasional. Menurutnya, Ustadz Wijayanto adalah seorang da’i yang kemampuannya berceramah dan tampilannya yang menawan serta memiliki pembawaan gaya berdakwah yang santai dan kocak.

“Terbukti dengan mencairnya suasana dan antusias dari pengunjung, Hal itu tak lain disebabkan ceramahnya yang dicampur dengan komedi yang kritis, sesuai dengan realita yang ada.” Pungkasnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post