HUT RI Jadi Ajang Kenalkan Dolanan Tradisional

oleh
Anak'anak yang tengah asik mangikuti lomba bola terong. (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Tak dipungkiri, perayaan HUT RI selama ini menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan dolanan atau mainan tradisional pada generasi millenial. Melalui kegiatan lomba seperti lomba egrang, bakiak, membawa setin, caping, balap karung hingga tarik tambang, generasi millenial diperkenalkan kembali bagaimana dolanan tradisional.

Seperti yang terlihat dalam perayaan HUT RI di RT 4 RW 3 Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Sejak Minggu (12-08-2018) pagi, anak-anak hingga orang dewasa telah memadati tanah lapang yang menjadi area lomba.

TRENDING :  Berkas P21, Tersangka Kecelakaan Maut Jazz vs Beat Terancam Enam Tahun Penjara

Kegiatan yang dimulai dengan lomba memasukan caping tersebut berlangsung meriah. Puluhan anak-anak nampak hanyut dalam permainan tradisional yang mengasyikan. Gelak tawa pun mewarnai kemeriahan kegiatan tersebut.

Tak hanya anak-anak, puluhan orang dewasa juga terjun langsung mengikuti lomba tersebut. Tingkah lucu peserta menjadi hiburan dan menyemarakan suasana.

Alfiatur Rohmaniah, Panitia lomba mengatakan tahun ini adalah kali pertama RTnya mengadakan lomba seperti ini. Meskipun terbilang baru, tetapi pihaknya mengaku senang, melihat antusiasme warga yang tinggi.

“Kami menyelenggarakan lomba caping, bakiak, engrang, mengambil koin dalam melon, memasukan pensil, bola terong, makan krupuk, memasukan bendera, tarik tambang badminton, membawa setin dan mengumpulkan karet dengan sedotan.” sebutnya.

TRENDING :  Pangkalan Elpiji “Nakal” Bakal Ditindak Tegas

Imbuhnya, “Semua warga, dari anak PAUD, SD, remaja, dewasa dan orang tua kami ajak untuk mengikuti lomba-lomba ini. Kami juga mengadakan beberapa lomba kelompok. Tujuannya untuk meningkatkan rasa kebersamaan, kerjasama dan persatuan antar anggota keluarga maupun lingkup rukun tetangga.”

TRENDING :  Harga Kebutuhan Pokok Berangsur Normal

Harapnya, kegiatan HUT RI Ke 73 ini menjadi wadah bagi semua kalangan untuk memepererat kembali persatuan dan kesatuannya sebagai sebuah bangsa. Selain itu, melalui lomba-lomba semacam ini diharapkan mainan tradisional tidak akan hilang tergerus zaman. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :