Hutan Gundul Jadi Penyebab Banjir Bandang Wonosoco

Hutan Gundul Jadi Penyebab Banjir Bandang Wonosoco

Kudus, ISKNEWS.COM – Peristiwa banjir bandang di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Jumat (20/01/2017) siang tadi seolah menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kecamatan Undaan. Bagaimana tidak, banjir yang menghayutkan satu orang warga Undaan Lor yang hingga sekarang masih belum ditemukan itu, terjadi selang beberapa jam setelah pada pagi harinya dilakukan kegiatan “Operasi Penyelamatan Pegunungan Kendeng Di Kawasan Wonosoco”.

Tak pelak hal itu membuat Camat Undaan Catur Widatno berang dan meminta jajaran terkait bertindak tegas mengatasi penyebab banjir bandang yang menjadi pekerjaan rumah besar saat ini. Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada akhir tahun 2015. Kala itu banjir besar juga menerjang Desa Wonosoco. Beberapa kendaraan terbawa arus, tapi beruntung tidak ada korban jiwa.

TRENDING :  Sering Terjadi Banjir Bandang, Kepala Desa Wonosoco Minta Bantuan Gubernur

“Ini longsor terjadi akibat gundulunya hutan. Seharusnya kawasan atas itu ditanami pohon yang bisa menahan air, sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. Sementara saat ini malah ditanami jagung atau palawija yang merupakan tanaman musiman, alhasil terjadilah peristiwa seperti ink,” ucapnya kesal saat ditemui isknews.com di Balai Desa Wonosoco, Jumat (20/01/2017) malam.

TRENDING :  Forkopimda Dan FKUB Deklarasikan Kerukunan Hidup Beragama

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar supaya menanam pohon di kawasan atas. Termasuk kegiatan pada pagi hari sebelum peristiwa banjir bandang terjadi, juga dilakukan aksi penyelamatan dengan menanam pohon.

TRENDING :  Kandang Kerbau Terbakar

“Warga Wonosoco sudah nurut. Yang menanam di kawasan atas justru dari luar daerah, warga Kabupaten Pati,” tuturnya.

Persitiwa ini, lanjut Catur, menjadi bahan evaluasi. Kami akan tindak tegas siapa saja tanpa pandang bulu, agar tidak menanam jagung di kawasan atas. Sehingga permukiman warga tidak lagi terancam dengan banjir bandang. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post