Ibu Ditahan, Dua Balita Dititipkan ke Kejari Pati

oleh
Ibu Ditahan, Dua Balita Dititipkan ke Kejari Pati
Foto: Sukma Eka warga Desa Sekarjalak Kecamatan Margoyoso mendatangi Kejaksaan Negeri Pati. Dia akan menitipkan tiga orang adiknya ke kantor Kejari Pati karena ibunya, Sri Kunaryati ditahan. (Istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Sebuah drama kemanusiaan yang sangat menyesakkan hati, Rabu (4-07-2018). Sukma Eka warga Desa Sekarjalak Kecamatan Margoyoso mendatangi Kejaksaan Negeri Pati. Dia hendak menitipkan tiga orang adiknya ke kantor Kejari Pati karena ibunya, Sri Kunaryati ditahan.

Sukma Eka berangkat dari rumah menuju kantor Kejari Pati, dengan mengendarai sepeda motor. Dia memboncengkan tiga adiknya, yaitu Sienna (9), Hafidz (4) dan Hiban (2,5). Selain itu, ia juga menenteng tas berisi peralatan mainan dan baju ganti tiga adiknya.

TRENDING :  Alami Serangan Jantung Seorang Pendaki Meninggal Di Puncak 29

“Saya tidak mampu merawat tiga adik saya di rumah. Adik saya kalau malam menangis, sambil menanyakan ibu. Adik saya bilang, rela bersama ibu meski di sel tahanan” tutur Sukma sambil mengusap air matanya.

Drama hidup yang mendera Sukma dan tiga adiknya, berawal dari kasus yang melibatkan ibunya, Sri Kunaryati (48). Perempuan ini menjadi tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap tetangganya, pada akhir Januari 2018 lalu.

TRENDING :  Puluhan Massa FKMD Karangwono Gelar Aksi

Saat dilakukan penyidikan di Polsek Margoyoso, Sri Kunaryati dijadikan tersangka namun tidak dilakukan penahanan atas permintaan penangguhan yang dilakukan keluarganya.

Namun ketika berkas pemeriksaan dilimpahan ke Kejaksaan Negeri Pati (Penyidikan tahap dua), Sri Kunaryati langsung dilakukan penahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri Pati Kusnin, SH kepada awak media di ruangan kerjanya mengatakan terpaksa melakukan penahanan.

“Kami terpaksa melakukan penahanan, karena tidak ada permintaan penangguhan penahanan dari pihak keluarga tersangka” ujarnya.

TRENDING :  Tiga Calon Perangkat Sambirejo Lulus Ujian Tertulis

Bahkan, tambahnya, mulai Senin (2-07-2018) kasus tersebut sudah dikirim ke Pengadilan Negeri Pati untuk penyidangan.

Namun pernyataan Kajari Pati tersebut ditolak Sukma Eka. Menurut dia, yang juga dikenal sebagai anggota LBH Projonata Jakarta, pihaknya sudah pernah mengajukan penangguhan penahanan ibunya.

“Kalau dikatakan Kajari tidak ada permintaan penangguhan penahanan, itu tidak benar. Karena kami sudah mengajukan hal tersebut,” tegasnya. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :