Ibu-ibu Ini Ciptakan Aneka Kuliner Dari Hama Padi

oleh

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Selama ini keong menjadi musuh bagi petani padi, pasalnya hama ini sering menyerang tanaman padi muda. Alhasil, sawah petani menjadi rusak dan panen pun berkurang drastis. Melihat hal tersebut, ibu-ibu rumah tangga Desa Selorejo, Kecamatan Gembong, Pati, berinovasi memanfaatkan keong menjadi makanan olahan yang bernilai jual tinggi.

“Oleh masyarakat, sebelumnya keong hanya diolah menjadi sate keong saja. Tapi, kami ingin memanfaatkan keong lebih dari itu, yakni sebagai bahan baku kuliner lainnya,” jelas Ketua Kelompok Tani Wanita Putri Sela, Khoridatul Bahiyah, Selasa (09/05/2017).

TRENDING :  Kartina Sukawati, Bagikan Makanan Sehat Kepada 615 Anak Balita

Apalagi, bagi sebagian orang berkeyakinan bahwa hama keong dapat meningkatkan stamina bagi pria. Lanjut Bahiyah, bahan baku keong dapat dengan mudah mereka manfaatkan, karena banyak ditemui di pinggir Waduk Seloromo.

“Sementara ini kami menjadikannya sebagai bahan baku kuliner abon, keripik, kerupuk, peyek, dan sebagainya. Dengan begini, ekonomi ibu-ibu rumah tangga juga akan terangkat dengan turut memproduksi olahan keong,” tuturnya.

TRENDING :  Ada Apa Dengan Gas LPG 3 kg? Hingga sulit di dapatkan, Dimana peran pemerintah

Imbuh Bahiyah, dalam mengolah makanan ini pihaknya mengaku tidak menggunakan bahan-bahan kimia semisal pengawet, perasa, pemanis dan bahan pengawet. Sehingga, selain nikmat saat dikonsumsi kuliner ini pun aman bagi tubuh.

“Bahannya semua alami tidak ada bahan kimia, kami ingin memproduksi kuliner sehat. Sayangnya, kami masih terkendala alat, jadi produksinya pun belum maksimal,” bebernya.

TRENDING :  Dijebol Tanah Lonsor Rumah Warga Plukaran Rusak Parah

Sedang untuk pemasarannya, Bahiyah mengungkapkan masih membidik pasar lokal di Kabupaten Pati. Meski begitu, ketua kelompok wanita tani itu berharap kedepannya kuliner dari hama keong akan dikenal tidak hanya di Bumi Mina Tani.

“Kami berencana untuk menjadikan olahan keong ini, sebagai oleh-oleh khas Kecamatan Gembong, serta dikenal luas tidak hanya di Pati,” tandasnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*