IDI Kudus, Buka Bersama Ratusan Keluarga Penunggu Rumah Sakit

oleh
IDI Kudus, Buka Bersama Ratusan Keluarga Penunggu Rumah Sakit
Foto: Para dokter yang tergabung dalam IDI Kudus, sedang membagikan paket takjil bagi keluarga penunggu pasien di ruang rawat inap kelas III RS Aisyiyah Kudus, Jumat (9-6-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM – Masih dalam suasana peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-110, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus melakukan kegiatan road bagi-bagi paket takjil di Rumah Sakit se-Kabupaten Kudus.

Sebanyak 160 paket takjil, Jumat (8-6-2018), dibagikan pada keluarga penunggu pasien di ruang rawat inap kelas III RS Aisyiyah dan RS Kartika Husada Kudus.

Dengan cekatan dokter-dokter yang tergabung dalam IDI Kudus ini meluncur, menyusuri setiap ruang rawat inap untuk membagikan paket takjil. Melihat aksi para dokter tersebut, sontak para keluarga penunggu pasien di kedua Rumah Sakit tersebut dibuat haru sekaligus bahagia.

TRENDING :  Warnai HUT, Komunitas ICFS Santuni Anak Yatim

“Dengan mengusung tema Dokter Untuk Bangsa, kami ingin memaksimalkan peran dokter yang selalu dekat dan bermanfaat untuk masyarakat. Salah satunya melalui program buka bersama ratusan keluarga penunggu pasien yang akan dilaksanakan secara bergerilya di tujuh Rumah Sakit di Kudus,” kata Ketua IDI Kudus, dr. Ahmad Syaifuddin, Jumat (8-6-2018).

IDI Kudus, Buka Bersama Ratusan Keluarga Penunggu Rumah Sakit
Foto: Para dokter yang tergabung dalam IDI Kudus, sedang membagikan paket takjil bagi keluarga penunggu pasien di Aula RS Kartika Husada Kudus, Jumat (9-6-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM).

Diungkapkannya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian IDI Kudus pada keluarga pasien di sejumlah Rumah Sakit, utamanya di ruang kelas III. Karena menunggu pasien bukanlah sesuatu yang mudah.

“Kami menyadari, orang yang tengah menunggu pasien memiliki beban fisik dan psikis yang sangat berat. Ia meninggalkan pekerjaannya untuk mendampingi keluarga yang tengah sakit. Di saat tidak ada pendapatan yang masuk, ia terbebani dengan biaya makan dan kebutuhan selama menunggu pasien,” jelasnya.

TRENDING :  Perlu Regulasi Tegas Kelola Zakat

Imbuhnya, “Mungkin untuk biaya perawatan pasien mungkin di biayai oleh BPJS. Namun, biaya yang dikeluarkan selama menunggu pasien menjadi beban keluarga. Melihat hal tersebut, kami berusaha sedikit meringankan beban mereka.”

Dengan paket takjil yang sederhana ini, IDI Kudus berusaha meringankan beban keluarga penunggu pasien. Menurut dr. Syaifuddin, dengan paket takjil ini setidaknya mereka tidak harus mengeluarkan uang untuk berbuka puasa hari ini.

TRENDING :  MA Mahida Berbagi Empati Dengan Korban Banjir Ngagel

Direktur RS Aisyiah Kudus, dr. Hilal Ariadi, juga mengungkapkan hal serupa. Baginya, keluarga penunggu pasien selayaknya juga mendapatkan perhatian.

“Saat membagikan takjil ke ruang rawat inap kelas III, saya melihat keluarga penunggu pasien yang antusias dan terharu dengan kegiatan ini. Hal tersebut cukup menggambarkan bahwa mereka sebenarnya sangat membutuhkan bantuan seperti ini,” ucapnya.

dr. Syaifuddin menambahkan, keigatan ini akan terus berlanjut ke Rumah Sakit lainnya di Kabupaten Kudus. Kegiatan sederhana ini, lanjutnya, semoga bisa menginspirasi banyak pihak. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :