IDI Kudus, Gelar Focus Group Discussion Menuju Eliminasi TB 2030

oleh
Foto: Kegiatan Focus Group Discussion Menuju Eliminasi TB 2030, Rabu (09-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Wujud keseriusan Ikatan Dokter Indonesi (IDI) dalam menanggulangi penyakit Tuberkolosis, dibuktikan dengan mengadakan Focus Group Discussion dengan tema Menuju Eliminasi TB Kabupaten Kudus tahun 2030. Pada Rabu (09-05-2018) bertempat di Kantor Sekertariat IDI Kudus, ratusan peserta terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara.

Kegiatan Forum Group Discussion ini bersinergi dengan berbagai Organisasi Profesi Kesehatan, Dinas Kesehatan Kudus, Instansi Pemerintah, Fasilitas Kesehatan dan Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Kudus.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ketua IDI Kudus, Ahmad Syaifuddin, pada acara pelantikan IDI Kudus pada Sabtu (28-04-2018), jika pihaknya telah menyusun sebuah SOP dan pedoman tata laksana penanggulangan TB di Kabupaten Kudus. Hanya saja SOP dan Pedoman tersebut belum dikonfirmasikan kepada Dinas Kesehatan Kudus dan pihak-pihak terkait.

TRENDING :  Pastikan Ibu Hamil Dapatkan 10 Pemeriksaan ini

“Jadi kegiatan hari ini adalah mendiskusikan hasil SOP dan pedoman penanggulangan TB yang sebelumnya telah kami buat. Dengan adanya kegiatan diskusi ini, kami berharap akan muncul koreksi dari berbagai pihak dan semakin mematangkan SOP dan pedoman penanggulangan kasus TB yang kami buat. Karena semakin cepat konsep penanggulangan TB dibuat, akan semakin cepat pula kasus TB di Kabupaten Kudus teratasi,” ungkap Syaifuddin.

Foto: Penandatanganan Koalisi Organisasi Profesi Indonesia yang bergerak dalam penaggulangan TB di Kabupaten Kudus, Rabu (09-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Syaifuddin mengatakan muara dari kegiatan ini adalah terbentuknya Koalisi Organisasi Profesi Indonesia (KOPI) yang bergerak bersama untuk menanggulangi permasalahan TB di Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Wah Macet...Hindari Perempatan Pentol Godi

“Dengan adanya KOPI dan Pedoman Penanggulangan TB ini, kami berharap pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dapat membuat suatu regulasi tentang penanggulangan TB di Kudus. Dengan adanya regulasi tersebut dan kerjasama yang solid dari berbagai pihak, kami berharap kasus TB yang ada dapat segera tereliminir,” katanya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kudus, Hikari Widodo, mengatakan jika permasalahan penyakit TB selama ini adalah adanya kesenjangan antara jumlah penderita TB yang terkonfirmasi dengan jumlah penderita TB yang terobati.

“Idealnya, jumlah penderita TB yang terkonfirmasi dengan jumlah penderita TB yang terobati harus sama. Dengan adanya kesenjangan inilah yang nantinya memicu munculnya Multi Drug Resisten (MDR) atau TB Kebal Obat. Untuk itu, perlu suatu tindak lanjut dalam mengatasi masalah satu ini,” tutur Hikari.

TRENDING :  Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Melebihi Waktu Yang Sudah Ditentukan Pengawas Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Pati Angkat Bicara

Diungkapkannya, jika kegiatan Forum Group Discussion ini merupakan suatu trobosan yang baik dari IDI Kudus. Untuk mengatasi permasalahan TB, memang perlu adanya kerjasama yang sinergi antara Instansi Pemerintah, Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Klinik dan seluruh Organisasi Profesi Kesehatan.

“Dengan ditandatanganinya koalisi ini, saya berharap eliminasi Tb tahun 2030 dapat terwujud,” pungkasnya. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :