IDI Kudus Rangkul Penyandang Disabilitas Dalam Peringatan HBDI Ke 110

oleh
IDI Kudus Rangkul Penyandang Disabilitas Dalam Peringatan HBDI Ke 110
Foto: Pemberian bantuan P3K dari IDI Kudus untuk Panti Pelayanan Sosial Penyandang Disabilitas Netra Pendowo, Kamis (7-6-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus, Kamis (7-6-2018) menggelar kegiatan bakti sosial dan buka bersama dengan penyandang disabilitas di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Netra Pendowo Kudus. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-110 yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2018.

“Kebetulan peringatan HBDI tahun ini bertepatan dengan bulan ramadan. Sehingga kami mengisinya dengan kegiatan bakti sosial dan buka bersama,” kata Ketua IDI Kudus, dr. Ahmad Syaifudin.

Pada kegiatan ini, IDI Kudus memberikan peralatan P3K kepada Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Netra Pendowo. Tak hanya itu, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi kesehatan yang mengangkat tema mengenai HIV/AIDS, yang disampaikan dr. Hikari Widodo.

TRENDING :  Imam Suroso Turut Angkat Bicara Soal Peredaran Infus Palsu

Dalam kegiatan tersebut, para peserta terlihat antusias dan tanggap dengan permasalahan HIV/AIDS yang ada di masyarakat. Tak heran jika kegiatan diskusi tersebut terasa begitu hidup dan semarak.

“Saya tidak menyangka. Para penyandang disabilitas netra, ternyata memiliki respon baik dengan tema ini. Bahkan sebagian dari mereka mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dr. Hikari,” ujarnya.

IDI Kudus Rangkul Penyandang Disabilitas Dalam Peringatan HBDI Ke 110
Foto: Buka bersama dengan penyandang disabilitas netra di Panti Pelayanan Sosial Penyandang Disabilitas Netra Pendowo, Kamis (7-6-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

dr. Syaifudin mengungkapkan bahwa tema HIV/AIDS, merupakan permintaan dari pengurus panti. Saat ditemui isknews.com, Ketua Asrama Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Netra Pendowo, Yusi Susanto, mengatakan tuna netra juga membutuhkan pemahaman yang baik akan HIV/AIDS. Karena pekerjaan mereka bersentuhan dengan banyak orang, sehingga pemahaman akan HIV/AIDS sangat dibutuhkan.

TRENDING :  10 Ribu Wisatawan Diperkirakan Bakal Hadiri Parade Sewu Kupat

“Di panti ini, mereka di didik untuk menjadi pemijat atau terapis. Pekerjaan tersebut bisa saja dilakukan pada penderita HIV/AIDS. Dengan adanya diskusi kesehatan ini, kami berharap mereka memiliki pemahaman yang utuh bahwa kontak langsung dengan penderita HIV/AIDS tidak beresiko tertular penyakit,” jelas Yusi.

Imbuhnya, “Berbekal pemahaman ini, mereka bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Tanpa rasa khawatir tertular HIV/AIDS.”

Kegiatan yang dikuti oleh 48 penerima bantuan, 22 pengasuh dan 30 anggota IDI ini, merupakan pembuka dari acara peringatan HBDI di Kabupaten Kudus. Kedepannya, IDI Kudus akan menyelenggarakan kegiatan berbuka puasa dengan para penunggu pasien di tujuh Rumah Sakit di Kudus.

TRENDING :  Bapak Persiku Datang, Macan Muria Bangun Dari Tidur Panjang

“Untuk kegiatan buka bersama di Rumah Sakit se-Kabupaten Kudus akan dilaksanakan secara bergerilya dari tanggal 8 – 12 Juni 2018. Dengan serangkaian kegiatan ini, saya mewakili IDI Kudus berharap dapat lebih dekat dan menyatu dengan masyarakat,” kata dr. Syaifudin.

Dilanjutkannya, “Dengan begitu, berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat dapat di tangani dengan tepat. Kami juga akan merangkul seluruh lapisan untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan di Kabupaten Kudus.” (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :