Ikan Segar, Sub kelompok Bahan Makanan Yang Alami Deflasi Tertinggi Di Bulan April

by

Kudus, isknews.com – Kelompok bahan makanan pada April 2016 mengalami deflasi 1,54 persen atau terjadi penurunan indeks dari 145,98 pada Maret 2016 menjadi 143,73 pada April 2016. Dari 11 subkelompok yang ada, enam diantaranya mengalami deflasi, dan lima subkelompok mengalami inflasi. Demikian seperti dilansir dalam Berita Resmi Statistik Kabupaten Kudus Mei 2016.

Disebutkannya, subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah ikan segar sebesar 6,87 persen dan subkelompok yang mengalami deflasi terendah adalah telur, susu, & hasilnya 0,42 persen. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok buah-buahan 4,42 persen dan inflasi terendah dialami oleh subkelompok lemak & minyak 0,11 persen. Kelompok bahan makanan pada April 2016 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,38 persen, merupakan penyumbang deflasi terbesar bulan ini.

1934468_10205639830824245_3980021173054909851_nKomoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain: beras, cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, lele, bandeng, bawal, belanak, cumi-cumi, ikan gabus, ikan kembung, mujair, tongkol, udang basah, kembung rebus, susu bubuk, susu untuk bayi, telur ayam ras, kentang, ketimun, sawi hijau, tauge, kacang tanah, melon, dan salak. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi, yaitu: mie kering instant, daging sapi, ikan panggang, susu untuk tulang, buncis, kacang panjang, kangkung, kembang kol, kol putih/kubis, labu siam, tomat sayur, wortel, tempe, anggur, apel, jeruk, pepaya, pisang, semangka, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, dan emping mentah. (YM)

TRENDING :  Lele dan Cum-Cumi Penyumbang Terbesar Deflasi Di Kudus Bulan April 2016
KOMENTAR SEDULUR ISK :