Iklim Investasi Blora Dipengaruhi Letak Geografis

Iklim Investasi Blora Dipengaruhi Letak Geografis

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Masih rendahnya iklim investasi di wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah, selama dua periode masa kepemimpinan Djoko Nugroho ternyata masih dipengaruhi letak geografis kabupaten setempat.

“Sebagian besar calon investor yang hendak berinvestasi di Blora mengeluhkan jarak Blora yang relatif jauh dengan ibu kota provinsi maupun kota besar,” terangnya saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Blora, Jum’at (28/4/2017).

TRENDING :  Rokok, Bordir, Konfeksi Dan Mebel, Industri Unggulan Kudus

Dia mencontohkan, Blora merupakan kabupaten dengan populasi ternak sapi terbesar di Jateng. Blora juga penghasil jagung terbesar kedua di Jateng setelah Kabupaten Grobogan. Namun menurutnya, hal itu belum menjadi magnet bagi investor menanamkan modalnya di Blora.

TRENDING :  ​Bulan Agustus, Kudus Alami Deflasi 0,48 Persen

“Investor memilih membangun pabrik pengolahan jagung di Grobogan. Sedangkan pabrik yang terkait dengan peternakan malah dibangun di Bojonegoro. Investor mengeluhkan jarak Blora yang jauh,” katanya.

Menurutnya, faktor jarak itu terkait erat dengan kondisi jalan. Padahal, kata Djoko Nugroho, Pemkab Blora telah berupaya semaksimal mungkin memperbaiki kerusakan jalan. Program tersebut mendapatkan dukungan penuh Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat.

TRENDING :  Bulan November Kabupaten Kudus Mengalami Inflasi Lebih Tinggi Dibandingakan Bulan Oktober Yang Mengalami Deflasi di Tahun 2015 Ini

“Mudah-mudahan dengan kondisi ruas jalan yang sudah bagus terlebih lagi ruas jalan Rembang-Blora-Cepu telah berubah statusnya dari jalan Provinsi Jateng menjadi jalan nasional, investor akan berdatangan ke Blora,” harapnya. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*