Indonesia Berdzikir Di Kudus, Doa Bersama untuk Kudus Bersama Ustadz Hariyono,

KUDUS-Ribuan masyarakat Kudus dan sekitarnya memadati simpang tujuh pada Minggu (25/9) siang. Dengan mengenakan baju muslim dresscode warna putih, mereka berdzikir yang dipimpin Ustadz HM Hariyono. Acara tersebut merupakan puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus Ke-467 tahun 2016 ini.Menampilkan dzikir (9).JPG

Acara yang berjudul Indonesia Berdzikir di Kudus ini merupakan wujud syukur dan doa bersama khususnya untuk kondisi Kudus bahkan secara luas untuk seluruh Indonesia. Agar semuanya diberi keberkahan dan semuanya selalu dalam lindungan serta mendapatkan Rida Allah SWT. Demikian disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa seusai acara tersebut.

Menurutnya, tausiyah yang disampaikan Ustadz HM Hariyono siang itu sangat mengetuk hati seluruh masyarakat. Sehingga tidak ada niat lain selain niatan dan doa yang terbaik untuk seluruh masyarakat. Termasuk bagi para pemimpin negeri ini mulai Presiden RI, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, bahkan pejabat dan seluruh masyarakat Kudus.

”Kalau kita berdoa yang baik, tentu kita akan mendapat limpahan rahmat dan rida-Nya,” kata Bupati sore itu.

Baca Juga :  SATPOL PP Kudus Bersiap Ikuti Lomba Deville Tingkat Propinsi Jawa Tengah

Menyinggung mengenai kepemimpinannya di Kudus yang sudah delapan tahun ini, Bupati akan speed up mengenai berbagai programnya. Yaitu secara umum Pemkab telah mengurus warga Kudus mulai dari lahir hingga meninggal. Dibuktikan dengan gratinya biaya kesehatan di puskesmas dan kelas III RSUD bagi warga Kudus.

”Di sekolah negeri juga sudah kami tanggung. Bahkan khitan pun (bukan khitan masal, red) kami layani bagi yang kurang mampu,” paparnya.

Bahkan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sudah diberdayakan di Kudus. Dengan pelatihan keterampilan dan bantuan alat juga disediakan untuk masyarakat. Ketika sudah bisa mandiri usahanya, mereka mendapatkan fasilitasi dalam forum untuk temu dagang UMKM se-Jawa Tengah.

”Sisa waktu ini akan saya optimalkan untuk peningkatan sumber daya anusia (SDM). Yaitu dengan aplikasi sipintar. Yang tujuan utamanya untuk pendidikan budi pekerti,” imbuhnya.

Aplikasi ini akan membuat siswa bisa belajar selama 24 jam sehari. Karena tidak lagi ada batasan waktu dan tempat karena terintegrasi dalam sebuah sistem. Menurutnya, ada tiga rangkaian peran di dalamnya. Yaitu peran guru, peran orang tua, dan peran siswa sendiri.

Baca Juga :  Bupati Berharap RAPI Hadir Memberi Solusi dan Manfaat untuk Masyarakat

”Jadi orang tua bisa memonitor jadwa belajar anaknya di sekolah. Temasuk tugas-tugas yang diberikan,” jelasnya.

Bahkan lebih komplitnya, Bupati telah merancang cyber city. Semua SKPD dan instansi lainnya terintegrasi dalam satu sistem. Masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan komplit segala sesuatu di Kudus termasuk berbagai layanan publik yang ada.

”Berbagai program dan dzikir bersama ini, semuanya merupakan ihtiar kami untuk masyarakat. Dengan ihtiar yang baik, Insha Allah akan mendapat kebaikan, keberkahan, dan diridai Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara itu, Ustadz HM Hariyono mengatakan bahwa tidak ada tujuan lain dari digelarnya dzikir akbar ini, selain untuk mendatangkan rahmat Allah SWT. Karena dengan dzikir, ribuan malaikat akan memberkahi Kudus dan seluruh masyarakatnya.

”Dzikir yang dilakukan dengan tulus dan ihlas, akan mendapat pahala dan keberkahan dari Allah SWT, dan diangkat derajatnya serta diampuni dosa-dosanya,” kata Ustadz HM Hariyono.

Baca Juga :  Ini Pernyataan Sikap MUI Kudus Terkait Dugaan Penistaan Agama Oleh Ahok

Dzikir juga sebagai wujud syukur atas segala nikmat dari Allah SWT. Oleh karenanya, masyarakat yang hadir bukan hanya dari Kudus, tetapi juga dari daerah lain diantaranya Tegal, Brebes, Pekalongan, dan Solo. Antusias masyarakat, menurut ustadz, di Kudus ini sangat luar biasa.

”Saya berharap dzikir ini tidak hanya seremonial saja. Tetapi harus benar-benar ditanamkan di masyarakat,” pungkasnya.(rg/adv.)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?