Indonesia Darurat Narkoba, Kesbangpol Gencar Lakukan Sosialisasi

Indonesia Darurat Narkoba, Kesbangpol Gencar Lakukan Sosialisasi

Kudus, isknews.com – Narkoba merupakan salah satu faktor yang bisa merusak generasi Bangsa dan dapat menyerang di semua kalangan termasuk anak sekolah. Data BNN setiap hari ada 40-50 perhari orang meninggal dunia karena narkoba, untuk itu Presiden menyatakan Indonesia darurat narkoba dan menyatakan perang melawan narkoba yang akan mengancam Bangsa. Negara Indonesia sangat kaya akan budaya serta kekayaan alam yang terkandung sehingga bangsa lain mengincar untuk menguasainya itu ditempuh dengan berbagai cara diantaranya melumpuhkan generasi muda dengan senjata narkoba.

Untuk menghindari penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar maka pihak Kesbangpol Kabupaten Kudus selalu mengadakan sosialisasi di kalangan pelajar. Seperti yang telah berlangsung pagi tadi, senin (17/10) kegiatan Sosialisasi Pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba Bagi Masyarakat dan Pelajar dengan tema “Remaja Keren Tanpa Narkoba” yang dihadiri Kesbangpol Kabupaten Kudus, AKP. Sukadi Kasat Narkoba Polres Kudus, Dr. Ani Ismayawati, SH, M.Hum Dosen STAIN Kudus, dan Saiful Bakri S.Pd.M.Pd Kepala SMAN 2 Bae. Acara yang berlangsung di Aula SMAN 2 Bae Desa Gondangmanais Kecamatan Bae ini diikuti 150 peserta dari SMAN 2 Bae.

BACA JUGA :  Larang Pelajar Rayakan Valentine

Abu Bakar selaku Ketua panitia yang juga Kasi Ketahanan Pangan seni budaya agama masyarakat Kab.Kudus memaparkan, bahwa kita bersama harus bisa membrantas narkoba, agar generasi penerus kita tidak ternodai oleh narkoba.

“ Untuk itu mari kita sama-sama dengan elemen masyarakat dan pelajar untuk bahu-membahu memerangi narkoba sehingga nantinya Bangsa Indonesia terhindar dari penyalahgunaan narkoba,”paparnya.

Dalam sosialisasi tersebut AKP. Sukadi Kasat Narkoba Polres Kudus menambahkan, Bahwa data BNN setiap hari ada 40-50 perhari orang meninggal dunia karena narkoba, untuk itu Presiden menyatakan Indonesia darurat narkoba dan menyatakan perang melawan narkoba yang akan mengancam Bangsa.

”Kita sebenarnya dijajah secara moral dengan memasukkan idiologi dan merusak moral generasi muda untuk itu dengan persatuan dan kesatuan dapat membentengi negara kita.  Untuk itu kita harus bisa menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, karena Pancasila mengandung arti dan makna yang sangat kuat yang tidak bisa ditiru oleh negara lain,”imbuhnya.

BACA JUGA :  100 SD Di Kudus Ikuti Lomba Cerdas Cermat

Dr. Ani Ismayawati, SH.Hum (Dosen STAIN Kudus) yang juga sebagai narasumber acara tersebut mengatakan, Kita harus mawas diri dalam pergaulan di lingkungan saat ini, banyak sekali penyimpangan yang terjadi yang mengakibatkan seseorang terjerumus dalam narkoba.

“Dalam kehidupan sehari-hari mari kita isi dengan hal yang bermanfaat dan positif dalam diri kita, banyak faktor yang bisa mempengaruhi seseorang dalam berperilaku diantaranya faktor ekstensi meliputi keluarga, lingkungan dan perkembangan zaman,”katanya.

Adapun contoh kenakalan remaja membolos sekolah, kebut-kebutan di jalan, penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual, perkelahian antar pelajar, merusak fasilitas sekolah, mencoret dinding dan mencuri.

“Narkoba merusak generasi muda yang bertujuan menghancurkan,”tegasnya.

Saiful Bakri S.Pd.M.Pd Kepala SMAN 2 Bae menambahkan, bahaya narkoba bukan tanggung jawab para aparat melainkan tugas kita semua untuk memeranginya.

BACA JUGA :  UMK – LSCSR Jalin Kerja Sama

“Atas nama sekolah kami mengucapkan terimakasih dan selamat datang atas kesediannya memberikan penyuluhan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kepada para siswa SMAN 2 Bae Kab. Kudus,”imbuhnya. (GP)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post