Indonesia Peringkat Ke-2, ‘Aisyiyah Kudus Gelar Diklat 48 Kader TB

Indonesia Peringkat Ke-2, ‘Aisyiyah Kudus Gelar Diklat 48 Kader TB

Kudus, isknews.com – Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Sub-Sub Recipient Kabupaten Kudus mengadakan pelatihan angkatn ke-II bagi 24 kader DARI 5 Kecamatan diantaranya Kecamatan Kota, Bae, Dawe, Kaliwungu dan Undaan bertempat di Sebuah Resto di Jalan A.Yani Kudus, pada 22-28 Desember 2016 (angkatan ke-I mencakup 4 kecamatan Mejobo, Jati, Jekulo dan Gebog telah dilaksanakan bulan November 2016).

photogrid_1482472951714_1

Sundari Kepala program TB, Community TB – HIV Care ‘Aisyiyah Kabupaten Kudus, melalui Koordinator Program Teguh Santoso, kepada isknews.com menjelaskan bahwa “Sebaran kader TB-HIV ‘Aisyiyah antara 4-6 kader disetiap kecamatan dan jumlah keseluruhan 48 kader di Kabupaten Kudus. Pelatihan tersebut dilakukan selama 6 hari, 4 hari Omah Mode Kudus dan materi lapangan (Praktik) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dan UPT Puskesmas diseluruh Kabupaten Kudus.”ujarnya

BACA JUGA :  Warga Panjang Antusias Ikuti Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS

Mengapa TB??? Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Dari data yang dihimpun dari Kemenkes RI, Indonesia menempati peringkat ke-2 setelah India dan China diperingkat ke-3 penemuan kasus TB. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman Mycobacterium Tuberculosis ini pun tinggi.(Data Kemenkes RI)

“Adapun di Kabupaten Kudus, data masuk sampai triwulan ke-3 tahun 2016 ditemukan kasus positif TB sebanyak 753 orang dan pasien meninggal 34 Orang,” ujar Subiyono, Kasi P2KLB DKK Kudus.

Lebih lanjut, Teguh menambahkan, Mengingat pentingnya penanggulangan penularan penyakit TB ini para kader diberikan bekal pengetahuan cara penanganan pasien TB-HIV dan mendorong mereka untuk bersemangat mencari pasien terduga/suspek TB sebanyak-banyaknya terutama para penderita baru yang belum terobati. Setelah para kader mendapatkan pasien terduga/suspek TB kemudian membawa terduga/sampel dahaknya ke puskesmas mendampingi dan memantau pengobatan sampai sembuh.

BACA JUGA :  Hadapi Musim Hujan Warga Ngembal Kulon Melakukan Aksi Gertak PSN

img-20161223-wa0004

Perlu diketahui, Kuman TB berkembang dengan cepat pada ruangan yang lembab dan tidak tersinari matahari, selain itu penularan juga dapat melalui kontak langsung dengan penderita pada saat bicara, batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak. Bagi warga masyarakat yang mengalami GEJALA Batuk berdahak berhari-hari / lebih dari 2 minggu, Demam yang tidak terlalu tinggi, Berkeringat pada malam hari tanpa aktifitas, Nyeri dada, Lemas, berat badan menurun cepat periksakan ke puskesmas atupun hibungi langsung kader TB ‘Aisyiyah Kudus yang tersebar di kecamatan masing-masing. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kudus untuk waspada dan tanggap terhadap dampak terburuk Penularan TB yaitu kematian.

BACA JUGA :  Penderita TB di Kudus Semakin Meningkat, DKK Ajak Masyarakat Hidup Bersih & Sehat 

“Perlu diingat, TB bukan disebabkan oleh guna-guna atau kutukan, TB bukan penyakit keturunan, TB bisa disembuhkan, pengobatan secara teratur selama 6-8 bulan, TB dapat menyerang siapa saja  terutama usia produktif/masih aktif bekerja (15-50 tahun) dan anak-anak, TB mempunyai dampak secara medis, sosial dan ekonomi dan Penderita TB tidak perlu dijauhi tetapi sebaiknya dianjurkan untuk menerapkan etika batuk yang benar.”Pungkasnya (AS)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post