Industri Hasil Tembakau Masih Jadi Primadona

by

Kudus, ISKNEWS.COM – Industri hasil tembakau (IHT) hingga saat ini masih menjadi primadona, meskipun banyak penolakan selama ini. Faktannya dapat dilihat dari peningkatan target penerimaan cukai yang terus mengalami peningkatan tiap tahun.

Ketua Harian Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) Agus Sardjono menilai, meskipun banyak pandangan miring dan bahkan penolakan terhadap IHT, namun nyatanya pemerintah hingga saat belum memiliki penggantinya. Termasuk mencari solusi apabila udaha rokok dihentikan.

Sebab, lanjutnya, berbagai persoalan dimungkinkan dapat terjadi apabila usaha rokok benar-benar dipinggirkan. Salah satu yang menjadi permsalahan adalah persoalan sosial dan kontribusi untuk daerah. Meski begitu, dia menegaskan, IHT tetap mematuhi segala peraturan yang ada.

Agus memprediksi pada 2017 usaha IHT masih relatif datar. Belum ada perbedaan yang signifikan dibandingkan sebelumnya. “Masih landai-landai saja,” ucapnya. Disinggung mengenai penggunaan dana bagi hasil cukai tembakau, pihaknya berharap asosiasi dapat dilibatkan. Harapannya asosiasi di bidang rokok dapat mengetahui secara pasti kebutuhan untuk pengembangan IHT.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKD) Kudus Eko Djumartono mengungkapkan, alokasi DBHCHT tahun ini mengalami kenaikan sekitar 12,5 persen dibandingkan tahun lalu yakni sebesar Rp 136 miliar.

KOMENTAR SEDULUR ISK :