Industri Pariwisata Kudus Butuh Campur Tangan Pokdarwis

Industri Pariwisata Kudus Butuh Campur Tangan Pokdarwis

Kudus, Isknews.com – Tempat wisata merupakaan destinasi yang harus dijaga keamanan, keindahan dan ketertiban serta pesonanya, karena hal ini yang dapat memukau pengunjung sehingga merasa nyaman dalam kunjungannya di tempat wisata.

“Di sinilah peran kelompok Sadar wisata atau Pokdarwis sangat dibutuhkan, sehingga harus ada pembinaan dan arahan bagi masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), agar ada kesadaran masyarakat dalam ikut membantu mengelola pariwisata,” kata Kepala Disbudpar melalui Yusi Ka.bid Kebudayaan.

IMG_20160819_125329

Pembinaan ini dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata (Disbudbar) Kabupaten Kudus melalui Pokdarwis masing-masing desa wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Yuli Kasiyanto saat membuka Pelatihan Usaha Mikro Bagi Pelaku Usaha Wisata untuk tempat wisata (18/8) di Hotel @HOM kemarin mengatakan pihaknya telah mengkoordinasikan kelompok-kelompok sadar wisata yang ada di Kabupaten Kudus. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ini telah dikumpulkan dan dikukuhkan sebelum nya.

BACA JUGA :  Bupati Musthofa Sebut Kudus Adalah Miniaturnya Indonesia

Menurut Yuli, pada hakikatnya peran pokdarwis sangat besar untuk kemajuan sebuah tempat wisata. Melalui Pokdarwis diharapkan ada pengembangan pariwisata melalui konsep industri kreatif dengan sinergitas kearifan lokalnya.

“Pokdarwis telah terbentuk dan dikukuhkan. Dimohon seluruh Pokdarwis memiliki semangat bersama bersinergi dengan Dinas Pariwisata untuk pengembangan pariwisata melalui konsep industri kreatif dengan sinergitas kearifan lokalnya,” kata Yuli.

Kabupaten Kudus dengan letak geografis yang memiliki pegunungan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi tempat wisata yang jarang dimiliki oleh daerah lain, hanya saja belum dimaksimalkan untuk mengeksplorasi alam sebagai tujuan wisata.

IMG_20160819_125339

“Kudus memiliki wisata religi, wisata belanja, budaya khas setiap daerah, wisata gunung dengan panorama yang indah, serta desa wisata dengan kearifan lokalnya, namun kita belum memaksimalkan. Dinas Pariwisata tidak bisa kerja sendiri harus ada campur tangan semua stakeholder untuk kemajuan industri pariwista,” jelas Yuli

BACA JUGA :  JALAN MENUJU KAWASAN WISATA KULINER LENTOG TANJUNG KINI MULUS KEMBALI

Melalui Pokdarwis ini Yuli mengajak Pokdarwis dan seluruh stakeholder untuk belajar profesional dalam pengelolaan wisata, dengan mengubah pola pikir atau mindset-nya, dengan memiliki integritas yang santun, berbudaya, berakhlak dan beradab.

Yuli juga mengatakan Kudus memiliki potensi untuk dijadikan industri pariwisata. Jika pembangunan dikonsentrasikan ke tempat wisata, hal ini berpotensi sekali menambah peningkatan asli daerah melalui sektor pariwisata.”Pungkasnya (AS)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post