Inflasi Kudus Bulan September Naik 0,04 Persen

Inflasi Kudus Bulan September Naik 0,04 Persen

Kudus, isknews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus merilis laju inflasi pada bulan September 2016 sebesar 0,04 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 129,70. Lebih tinggi bila dibandingkan bulan Agustus 2016 yang mengalami deflasi sebesar 0,48 persen dengan IHK 129,65.

cymera_20161004_114900
Kepala BPS Kudus Sapto Harjuli Wahyu saat memaparkan perkembangan inflasi untuk Kabupaten Kudus, di aula kantor BPS Kudus, Selasa (4/9). (ISK/MUKHLISIN)

Kepala BPS Kudus Sapto Harjuli Wahyu, Selasa (4/9) menjelaskan, Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya kelompok pengeluaran kelompok pengeluaran seperti kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,09 persen. Kelompok sandang 0,13 persen, kelompok kesehatan 0,02 persen. Sementara kelompok bahan makanan mengalami penurunan sebesar 0,48 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi, yakni tarif pulsa ponsel, bawang merah, pasir, rokok kretek filter, cabai merah, dan jus buah. Sementara kelompok yang memberikan sumbangan sumbangan terbesar terhadap terjadinya deflasi adalah telur ayam ras, cabai rawit, kangkung, semen, wortel, pisang, dan beras.

BACA JUGA :  Harga Cabai Dan Bawang Di Kudus Bikin Geleng Kepala

Inflasi yang terjadi di kudus menempati urutan dua terbawah dari enam kota di Jawa Tengah. Inflasi tertinggi rerjadi di Kota Semarang sebesar 0,13 persen dengan IHK 123,60. Diikuti Kota Tegal 0,07 persen dengan IHK 121,91, kemudian Kota Surakarta sebesar 0,06 persen dengan IHK 121,43.

Kota Cilacap mengalami inflasi 0,05 persen dengan IHK sebesar 129,96, disusul Kudus inflasi 0,04 persen dengan IHK 129,70, dan inflasi terendah terjadi di Kota Purwokerto sebesar 0,02 peraen dengan IHK sebesar 121,81. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post