Ingat! Behel Bukan Untuk Fashion

oleh
Behel bukan untuk fashion (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebagian generasi millenial beranggapan bahwa mengenakan behel atau kawat gigi, merupakan bagian dari fashion. Dengan menggunakan behel, seseorang terlihat lebih fashionable dan trendy. Tak hanya itu, penggunaan behel juga bisa menunjukkan status sosial seseorang.

Tak dipungkiri, untuk memasang behel memerlukan biaya yang tidak sedikit. Biaya ini disesuaikan dengan kondisi gigi dan rahang pasien.

Biaya pemasangan yang mahal, ditambah dengan biaya perawatan seperti sikat gigi khusus, obat kumur dan control setiap bulannya, membuat perawatan gigi satu ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Hanya orang-orang tertentu yang memiliki dana lebih untuk melakukan perawatan orthodonti tersebut.

Dari situ, behel kemudian berkembang menjadi trand fashion. Behel tidak lagi difungsikan sebagai perapi gigi, lebih dari itu kini behel berubah menjadi style bagi generasi millenial.

TRENDING :  Gejala Dan Komplikasi Demam Dengue

Penjual behel pun kini mulai marak dan mudah ditemukan dimana-mana. Online shop, tempat kecantikan, tukang gigi hingga kios-kios dipinggir jalan juga menjual behel.

Padahal untuk memasang sebuah behel dibutuhkan spesifiksi keahlian khusus yakni dokter gigi spesialis orthodonti. Drg. Berty Nur Khotimah Intan Purnamasari, dokter gigi Klinik Pratama Sehati Kudus ini menegaskan, pemasangan behel tidak boleh dilakukan sembarangan. Orang yang melakukan perawatan ini harus memiliki lesson khusus, bahkan seorang dokter gigi umum belum berkompeten dalam melakukan perawatan tersebut.

“Pemasangan behel termasuk treatment orthodonti yang hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi spesialis orthodonti. Karena pemasangan behel membutuhkan keahlian khusus, seperti pengecekan kondisi gigi dan rahang, tingkat kemiringan gigi hingga pola pergerakan gigi,” katanya.

Dia mengungkapkan penggunaan behel lepas pasang yang dijual bebas dipasaran ataupun pemasangan behel bukan di dokter gigi bisa menimbulkan dampak kerusakan pada gigi, gusi dan jaringan pendukung gigi lainnya.

TRENDING :  Bisakah Lahiran Normal Setelah Operasi Sesar?

Dampak paling nyatanya berupa, luka dan iritasi gusi akibat gesekan behel, kegoyangan gigi. Berty menjelaskan menggunakan behel itu tidak mudah. Seseorang yang menggunakan behel harus intens menjaga kesehatan giginya. Jika tidak, maka sejumlah penyakit gigi siap mengintai.

“Orang yang menggunakan behel harus ekstra dalam membersihkan gigi. Utamanya pada kotoran-kotoran yang menyelip diantara kawat behel. Selain itu treatment ini juga dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Sehingga butuh kesabaran ekatra untuk melakukannya,” terangnya.

TRENDING :  Masih Perlu Masukan dan Pembenahan Dibidang Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat

Dia berpesan, bagi masyarakat yang memiliki keluhan terkait susunan gigi yang kurang rapi bisa melakukan pemasangan behel di dokter gigi. Jangan tergiur dengan harga murah, tetapi utamakanlah aspek kesehatan diri.

“Behel dengan harga murah tidak diketahui secara jelas kualitas dan keamanan bahannya, serta kompetensi pemasangnya. Untuk orang-orang yang giginya sudah rapi, jangan sekali-kali pasang behel hanya untuk fashion. Utamakan kesehatan kalian dibandingkan tuntutan fashion,” tegasnya. (NNC/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :