Ini Definisi Sabar Dalam Meninggalkan ma’siyat & Melaksanakan Perintah

Ini Definisi Sabar Dalam Meninggalkan ma’siyat & Melaksanakan Perintah

Kudus, isknews.com – Pengajian kitab Tafsir Al-Qur’an yang diasuh oleh kyai Kharismatik KH Sya’roni Ahmadi Alhafidz dilaksanakan setelah sholat subuh berjama’ah di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus sejak dimulainya pada 5 Ramadhan 1438H lalu.

Kalangan kaum sarungan yang sedang ‘nyantri’ di pesantren yang tak jauh dari makam Sunan Kudus dan Masyarakat umum telah membanjiri lokasi area menara. Pantauan isknews.com dilokasi, mereka terlihat sangat antusias dan tidak bosan-bosannya mengais ilmu dari yai sya’roni ahmadi.

Berikut Deskripsi Penjabaran Surat Ali Imron Ayat 16-20 Surat Madaniyyah, Surat ke-3 yang berjumlah 200 ayat, dimana surat ini terpanjang no. 2 setelah surat Al-Baqarah.

سورة آل عمران 16 – 20
بسم الله الرحمن الرحيم
الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آَمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (16) الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ (17) شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (18) إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآَيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (19) فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ(20)

16.  (yaitu orang-orang yang bertaqwa)  yang berdoa: Ya Tuhan kami, Sesungguhnya kami Telah beriman, Maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”
17.  (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar imanya, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
18.  Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
19.  Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang Telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, Karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
20.  Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), Maka Katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. dan Katakanlah kepada orang-orang yang Telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. jika mereka masuk islam, Sesungguhnya mereka Telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, Maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.

BACA JUGA :  LIVE MATCH : Persiku Sementara Unggul 3-0

PEMBAHASAN:
Orang-orang yang bertaqwa, yang sudah di janjikan Allah surga mereka itu ialah orang beriman yang berdoa untuk meminta ampun dari segala dosa dan meminta untuk di lindungi dari siksa neraka (فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ), selain do’a ini, orang-orang yang beriman juga sering berdo’a yang di akhiri dengan memohon perlindungan dari api neraka yakni do’a yang familiar di ucapkan setiap hari, yakni رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Adapun sifat-sifat orang yang beriman ialah bersabar. Sabar di sini ialah
– sabar dengan tetap melaksanakan ta’at.
– sabar meninggalkan ma’siyat.

📖 Contoh Sabar Melaksanakan Perintah
Jika sabar melaksanakan perintah dengan waktu yang sementara, maka banyak orang yang bisa, akan tetapi jika sabar dalam waktu yang lama itulah yang sulit. Dalam musim panas tetap ta’at, musim dingin tetap ta’at, barang dagangan laris tetap ta’at, dagangan tidak laku pun tetap ta’at.

Untuk mempraktekkan ini itu semisal ada kita mempunyai toko yang buka pada hari jum’at. Ketika pukul 11.30 mendekati waktu sholat jum’at, tiba-tiba datanglah pembeli (bakul besar) yang jika dia melayaninya maka akan mendapatkan keuntungan sebanyak 1 miliar, akan tetapi dengan konsekuensi tidak dapat melaksanakan sholat jum’at. Kira-kira jika kita berada dalam posisi seperti itu maka apa yang akan kita pilih, tetap setia melaksanakan perintah sholat jum’at ataukah uang 1 miliar…?

BACA JUGA :  Berbagi Kebahagiaan Dibulan Suci Bersama Paguyuban Mancing Mania Kudus

📖 Contoh Sabar Dalam Meninggalkan ma’siyat
Jika ada seorang laki-laki dalam keadaan hujan deras kemudian berteduh di tempat yang sepi, lalu tiba-tiba ada gadis cantik yang datang untuk berteduh pula. Kira-kira ini bagaimana ? kalau hatinya di bisiki syaitan maka yang dipikirkan tentunya, mumpung keadaan sepi, gelap, dan tidak terlihat orang , lalu akhirnya laki-laki tersebut jatuh dalam ma’siyat. Maka dari itu penafsiran sabar dalam kalimat ini ialah sabar dengan tetap melaksanakan ta’at dan sabar meninggalkan ma’siyat.

Selain berbuat sabar sifat lain orang yang bertaqwa ialah orang yang imanya benar, dan selalu istiqomah dalam ta’at kepada Allah, dan juga ahli shadaqah.
Ahli shadaqah di sini juga di artikan bahwa bagi orang-orang yang di beri kelebihan rizqi bagi berupa uang atau barang dagangan jika sudah sampai satu nishab maka hartanya harus di keluarkan untuk zakat, dan jika belum ada satu nishab maka hartanya tetap dikeluarkan untuk shadaqah.

Dikisahkan bahwa setiap hari Allah selalu menyuruh dua malaikat untuk turun ke bumi dengan tugas berdoa. Adapun malaikat yang pertama berdo’a:
اللهم اعط منفقا خلفا
yang artinya: “Ya Allah berikanlah orang kaya yang dermawan yang ahli shadaqah ganti yang baik”.
Setelah itu malaikat yang kedua baru berdoa
اللهم اعط ممسكا تلفا.
Artinya: “Ya Allah berikanlah kepada orang kaya yang menahan hartanya (pelit) kehancuran”.
Dan do’a tersebut selalu di panjatkan malaikat setiap harinya.

Di akhir ayat ini, Allah menyebutkan bahwa ciri-ciri orang yang bertaqwa ialah orang yang meminta ampunan dalam waktu sahur di mana waktu itu banyak orang yang tidur.

Malaikat dan golongan orang yang berilmu baik dari para Nabi dan orang beriman secara umum itu selalu bersaksi atas keesaan Allah dan juga menyaksikan keadialan Allah baik dengan hati maupun dengan bacaan tahlil. Biasanya sehabis jama’ah pun orang mukmin rata-rata membaca tahlil baik dengan jumlah sedikit maupun banyak.

BACA JUGA :  Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian Umum Sya'banan Lengkong Bersholawat

Dalam ayat selanjutnya Allah menjelaskan bahwa agama yang haq ialah Islam, agama yang diridhai Allah ialah Islam. Seluruh Nabi-Nabi mulai dari Nabi Adam sampai dengan Nabi Muhammad itu ialah Islam, meskipun ada yang mengatakan bahwa agama Nabi Musa itu Yahudi dan agama Nabi Isa itu Nasrani, akan tetapi yang benar ialah semua agama Nabi-Nabi terdahulu ialah Islam (inti ajaranya ialah sama dengan Islam sekarang), sebagaimana apa yang di ucapkan oleh kaum hawwariyyin (sahabat Nabi Isa):
واشهد بأنا مسلمون
Artinya: dan saksikanlah bahwa kita ialah orang islam.

Dalam sejarahnya sebagian orang-orang kafir ketika belum datangnya Nabi Muhammad mereka percaya akan datangnya Nabi akhir zaman, akan tetapi ketika sudah datang mereka tidak percaya karena hasud. Dan barang siapa kufur dengan ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah itu cepat dalam menghisab amal manusia. Dalam keterengan hadis disebutkan bahwa Allah menghisab seluruh manusia hanya dalam waktu setengah hari.

Kemudian Nabi di perintahkan Allah jika ada orang yang mendebat kamu, maka Nabi di suruh menghadapi beserta para sahabatnya, kemudian di tanya apa agamamu dan apa agama yang benar ? maka jawablah “saya hanya mengikuti perintah Allah”. Kemudian Nabi di perintah untuk mengajak kepada ahli kitab dan penduduk mekah (ummi) untuk masuk Islam, adapun masalah mereka masuk islam atau tidak itu bukan urusan Nabi, yang terpenting Nabi sudah menyampaikan risalahnya.

Penulis: Chasan Albab (Alumni Madrasah Qudsiyyah angkatan 2012, Alumni STAIN 2016 dan sekarang sedang study S2 di Pascasarjana UIN Semarang) Ahad pagi, (4/6/2017)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*