Ini Dia Bukti Bahwa Selat Muria Dahulu Membentang Di Wilayah Undaan

Kudus, isknews.com – Keberadaan Selat Muria yang menghubungkan Daratan Kendeng dengan daratan Muria yang dulunya merupakan lautan, bukti bahwa adanya Selat Muria merupakan letak geografis di Kabupaten Kudus dibuktikan dengan ditemukannya sebuah fosil kerang laut serta banyak batuan karang yang masih berdiri di Desa Wonosoco Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus diyakini dulunya merupakan pesisir pantai sebelum Undaan itu menjadi daratan Selasa,(13/9).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Wonosoco Setia Budi kepada isknews.com menjelaskan bahwa adakalanya memang benar jika menurut orang tua dulunya wonosoco itu pesisir pantai, karena dulu pernah ditemukan sebuah fosil kerang yang sebesar buah kelapa ditemukan di Desa wonosoco serta keberadaan bukit karang yang ada di Desa Wonosoco meyakini kuat bahwa Wonosoco dulunya itu pesisir pantai saat Undaan masih bentuk lautan sebelum menjadi daratan.

Baca Juga :  Job Market Fair 2015 Dinsosnakertrans Pati

“Jika dahulunya Wonosoco itu adalah pesisir pantai ada kalanya benar sebab menurut orang tua dulunya pernah ditemukan fosil karang di kawasan daerah Wonosoco ini serta adanya bukit karang yang menjulang di pinggir desa diyakini itu merupakan bahwa dahulunya Wonosoco adalah pesisir di Selat Muria” jelasnya.

Sementara itu, versi lain beberapa informasi yang dihimpun oleh isknews.com bahwa Selat Muria dahulunya merupakan lautan yang memisahkan antara pulau Muria dengan pegunungan Kendeng yang ada di Kawasan sekitar Wonosoco yang membentang dari Selatan Desa Wonosoco, Undaan hingga ke Utara di Desa Tanjung Karang, Jati sedangkan dari barat itu membentang dari Wedung, Demak hingga Rembang. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Selat Muria dahulunya tak ketinggalan dengan sejarah atas pembangunan Masjid Agung Demak yang pada saat itu dibangun oleh Raden Said (Sunan Kalijaga) saat itu membangun Masjid Agung Demak dengan bahan baku kayu tersebut dilarungkan atau dihanyutkan ke air agar mudah membawanya karena pada saat itu membawa kayu dari darat susah dan belum ada transportasi yang memadai, kebetulan letak Masjid Agung Demak pada waktu itu dibangun dipinggir pesisir pantai sebelum menjadi daratan hingga saat ini sebab kata “Demak” berasal dari bahasa Arab “Dima’i” yang artinya air (banyu).

Baca Juga :  Buah Incaran Para Ibu Hamil

Dari bukti yang lainnya mengenai keberadaan Selat Muria di kawasan wilayah Kecamatan Undaan ini ada yang menyebutkan bahwa ketika membuat sumur bor dengan kedalaman 20 Meter air yang keluar merupakan pasir serta rasa air yang keluar berasa asin seperti halnya air laut.

Dengan perubahan dari zaman ke zaman hingga saat ini Selat Muria yang dulunya lautan itu diduga adanya proses sendimentasi yang asal mulanya lautan menjadi daratan hingga seperti sekarang ini.(SM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?