Ini Dia, Penyebab Tak Tercapainya Target Pendapatan Daerah Kudus 2015

KUDUS, isknews.com – Tidak bisa tercapainya target anggaran Pendapatan Daerah (PD), dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus Tahun Anggaran (TA) 2015 sebesar 98,51%, diakibatkan oleh dua komponen PD yang realisasinya kurang dari target, yakni pendapatan transfer dan lain-lain yang sah. Sedangkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), realisasinya mencapai 100% dari target.
Bupati Kudus H Musthofa, menyampaikan hal itu, pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kudus dengan agenda Penjelasan Bupati Kudus terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus TA 2015, Selasa (12/7) lalu.
Dijelaskan oleh bupati, pendapatan transfer yang ditargetkan sebesar Rp 1.507.130.031.000, terealisir sebesar 98,48%, atau Rp 1.484.203.045.216. Kekurangan target sebesar 1,5% itu, karena pendapatan DAK yang tidak dapat direalisasikan, sesuai ketentuan pasal 298 ayat 5 huruf d, Undang Undang Nomor 23 Tahun 2015.
Untuk lain-lain pendapatan yang sah, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 19.927.090.000, merupakan Dana Hibah dari Pemerintah Pusat, terealisasi sebesar Rp 16.282.282.537.000 atau 81,71% dari target, dikarenakan target sambungan rumah yang bisa terpasang oleh PDAM, sesuai surat perjanjian hibah daerah, tidak tercapai.
Sementara untuk PAD yang dianggarkan sebesar Rp 225.284.092.547, terealisir 100% yang perolehannya dari retribusi daerah, lain-lain pendapatan yang sah, pajak daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Rinciannya sebagai berikut, retribusi daerah terealisir sebesar 94,54% dari target, atau Rp 18.093.279.315. Tidak tercapanya target itu disebabkan banyaknya renovasi landasan parkir di pasar-pasar, sehingga kegiatan perparkiran terganggu.
Penjualan kekayaan daerah yang hanya terealisir sebesar 95,98%, atau Rp 150.278.234.381. Kekurangan dari sebesar 4,02% itu disebabkan perubahan sistem, prosedur dan aturan lelang penjualan kekayaan daerah yang tidak terpakai.
Pajak Daerah yang realisasinya mencapai di atas target, sebesar 110,28% atau Rp 78.860.989.366. “Sedangkan untuk hasil pengelolan kekayaan daerah yang dipisahkan yang ditargetkan Rp 8.051.589.485, terealisasi sebesar 100%.” (DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?
Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru Mapolres Kudus di desa Klaling Jekulo