Ini Faktanya! Dadirejo Desa Wisata Sejuta Nyamuk Di Pati

oleh
Membuat spanduk bernada satire menjadi bentuk protes warga Desa Dadirejo Kecamatan Margorejo Pati terkait wabah nyamuk yang menyerang. (Ivan Nugraha)

Pati, ISKNEWS.COM – Sebuah banner bertuliskan “Desa Wisata Sejuta Nyamuk” di ruas jalan Desa Dadirejo Kecamatan Margorejo Pati menarik perhatian banyak pihak. Spanduk yang dibuat oleh warga dengan tulisan tangan tersebut merupakan bentuk protes masyarakat Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo terkait banyaknya nyamuk di desa tersebut.

Sebagian besar masyarakat mengaku geram dengan serbuan nyamuk yang datang setiap menjelang petang. Mereka sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi, termasuk melakukan fogging. Namun pengasapan yang dilakukan tersebut, seperti dikatakan salah seorang warga, Handoko, tidak membuahkan hasil, bahkan nyamuk bertambah banyak.

TRENDING :  Kerjasama Dengan BLK, Warga Binaan Dilatih Dua Ketrampilan Kejuruan

“Serangan nyamuk ini sudah bertahun-tahun. Dan hanya terjadi pas musim kemarau, kalau musim hujan malah ndak ada sama sekali,” ujar Handoko, Jumat (27-07-2018).

Dikatakan, banyaknya nyamuk ini karena limbah industri rumahan yang dibuang ke sungai. Ditambah lagi dengan banyaknya sampah sehingga nyamuk mudah berkembang biak.

Membuat spanduk bernada satire menjadi bentuk protes warga Desa Dadirejo Kecamatan Margorejo Pati terkait wabah nyamuk yang menyerang. (Ivan Nugraha)

“Warga sudah kehabisan akal untuk menghalau nyamuk-nyamuk yang luar biasa banyak ini. Kami sudah teriak, laporan bahkan melakukan berbagai upaya tapi sepertinya pemerintah kurang tanggap dan sigap mengatasi ini,” tegasnya.

TRENDING :  Rubiah Diduga Bunuh Ibu Kandungnya dengan Cara Sadis

Akibat belum teratasinya masalah tersebut, warga pun membuat tulisan pada kain bekas spanduk yang dibentang di sisi jalan Desa Dadirejo. Spanduk bertuliskan “Desa Wisata Sejuta Nyamuk” sengaja dibuat untuk menggugah pemerintah desa setempat serta Pemkab Pati melalui dinas terkait, agar secepatnya melakukan tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Warga tidak hanya membuat tulisan itu sebagai ujud protes, tapi di gardu juga kita pasang tulisan lain. Kami hanya ingin para pemangku kebijakan segera mengatasi masalah ini. Jika perlu para pemilik usaha yang membuang limbahnya ke sungai dipanggil dan diajak rembugan,” ujar salah seorang warga lainnya yang enggan disebutkan nama.

TRENDING :  Asah Skill Jurnalistik, Pelajar MA Al Hikmah Ikuti Workshop Jurnalistik

Selain memasang tulisan desa wisata sejuta nyamuk, warga juga memasang spanduk pada sebuah gardu dengan tulisan yang satire, berbunyi “Jual bibit nyamuk. Induk nyamuk” pada spanduk itu pun dicantumkan nomor telpon.

Masyarakat berharap wabah nyamuk ini bisa segera diselesaikan oleh pihak terkait. Mengingat, kondisi nyamuk sudah tidak bisa dikendalikan lagi, terlebih dalam satu bulan terakhir. (IN/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :