Ini Penghargaan Atas Prestasi dan Kinerja Kejari Kudus Selama 2018

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kudus menorehkan prestasi atas kinerjanya selama 2018. Kejari Kudus dalam Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Terpadu (Smart) Kementerian Keuangan berhasil menempati peringkat 29 se Indonesia ranking satuan kerja (satker) berdasarkan nilai kinerja tertinggi dan ranking satker berdasarkan realiasai capaian output tertinggi, yang menduduki peringkat 50 dari 532 Kejari Nasional.

“Prestasi tersebut atas dasar percepatan penyelesaian setelah adanya laporan dan banyaknya nilai pemulihan kekayaaan negara dan pengembalian.

TRENDING :  63 Napi Rutan Kudus Dapat Remisi Lebaran, 1 Langsung Bebas

Penghargaan lain (Kejari Terbaik se- Eks Karesidenan Pati) juga didapat dari BPJS Ketenagakerjaan atas penyelesaian SKK terbanyak periode 2018. Hal yang sama juga didapat pada tahun sebelumnya, 2017.

Kajari Kudus, Herlina Setyorini bersyukur atas penghargaan capaian kinerja terbaik dan realisasi capaian output tertinggi. “Penghargaan itu dapat memberikan semangat untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi,” jelasnya saat ditemui isknews.com di kantornya, Rabu (2/1/2019).

TRENDING :  Makin Kondusif, Kriminalitas di Kudus Turun 17,12 Persen

Selain itu, Ia juga mengapresiasi adanya partisipasi pelaporan publik terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kota Kretek. Hal yang demikian merupakan kontrol masyarakat dalam mengantisipasi tindak korupsi, tetapi pelaporan harus bertanggung jawab disertai bukti-bukti akurat. Jika bukti yang diajukan tidak kuat, pihaknya tidak akan memprosesnya.

“Kami memiliki sejumlah mekanisme dalam penerimaan laporan. Jangan sampai laporan yang diajukan tidak memiliki dasar kuat sehingga dapat menimbulkan fitnah. Kami akan melakukan verifikasi, bila memang ada indikasi baru diproses,” terangnya.

TRENDING :  Pengédar Narkoba Asal Randublatung Ditangkap Satnarkoba

Mengenai saksi pelapor, kata Herlina, dipastikan akan merahasiakan identitasnya. Kebijakan tersebut sudah menjadi prosedur tetap yang diberlakukan selama ini. Pihaknya akan mengupayakan hasil penyelidikan yang dilakukan berjalan optimal. Artinya, jangan sampai setelah di pengadilan hasilnya tidak seperti yang diharapkan. “Karena itu, data yang dikumpulkan harus benar-benar akurat,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :