Ini Pesan Sejuk Gus Muwafiq Pada Tabligh Akbar Kudus 2019

oleh
Gus Muwafiq (pada gambar duduk sebelah kiri) saat memberikan tausiyah pada Tabligh Akbar di Alun – Alun SimpangLl Tujuh Kudus, Minggu (17/3/2019) malam.

Kudus, ISKNEWS.COM – Pendakwah tersohor KH Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq memberikan pesan khusus kepada masyarakat Kudus pada Tabligh Akbar di Alun – Alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (17/3/2019) malam.

KH Ahmad Muwafiq dalam ceramahnya, mengatakan sinergitas keumatan dalam menjaga kedaulatan bangsa merupakan prioritas yang harus dijalankan. Keberagaman suku dan agama namun tetap satu, merupakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam kemasan Bhineka Tunggal Ika dari sebuah Negara besar bernama Indonesia.

Dilihat dari sejarahnya, bangsa Indonesia ini didesain ulama (para wali) yang menawarkan konsep musyarokah yang menjadikan masyarakat memiliki kebersamaan serta persatuan dan kesatuan.

TRENDING :  TNI Manunggal Keluarga Berencana Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

“Sampaikan ke generasi muda dan ingatkan kepada mereka bahwa Indonesia itu punya sejarah yang panjang. Kita jadi bangsa sekarang, jangan dipisahkan dengan sejarah masa lalu,” ujarnya.

Dia menegaskan keragaman Indonesia yang begitu kaya. Negara ini tidak hanya dianugerahi kekayaan budaya, suku, bahasa, tetapi juga flora, fauna, hingga energi dan logam dalam bumi. “(Sudah semestinya anugerah ini) nggak ada yang membuat kita inferior,” katanya 

Gus Muwafiq juga membuktikan betapa para leluhur bangsa ini diberikan sumber daya manusia yang luar biasa. 

TRENDING :  HUT ke-98 Damkar, Sekda Kudus Minta Petugas Damkar Harus Profesional Dan Siap Siaga 24 Jam

Dia menyebutkan misalnya logam paling kuat bisa diolah masyarakat Indonesia dengan suhu 15 ribu derajat yang berbentuk senjata hingga musik gamelan di saat negara lain belum memilikinya.     

Bangsa Indonesia juga, kata dia, pernah menghadang dan mengusir bangsa Mongolia dengan kekuatan militer superpower pada masa itu. Namun, di tangan pasukan Kertenegara, pasukan Mongolia harus bertekuk lutut.    

Dia mengakui, meski anuegerah bangsa yang dimiliki sedemikian dahsyat bahkan dirinya merasa tak ada kekuarangan apapun dari Indonesia, tetapi sayangnya memang upaya membangkitkan semangat masih cukup berat.

Sementara Bupati Kudus HM Tamzil mengajak masyarakat Kudus untuk mengedepankan kerukunan meski dalam perbedaan, utamanya jelang pemilihan presiden maupun legislatif 17 April mendatang. “Saya berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh ujaran kebencian dan isu – isu yang mengakibatkan perpecahan,” ucapnya.

TRENDING :  Disdikpora : Ciptakan Pengusaha Muda Melalui Pelatihan Kewirausahaan

Kehadiran Gus Muwafiq menurut Tamzil sangat dinanti masyarakat kudus, Sosok Gus Muwafiq ibarat air ditengah padang tandus. Saat ini menurut ndibutuhkan ulama-ulama seperti Gus Muwafiq sebagai penyejuk dan pengingat. “Semoga ceramah gus Muwafiq malam ini bisa memberikan penyejuk di tengah-tengah hiruk pikuk persoalan bangsa saat ini,” harap Tamzil. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :