Ini Reaksi Orang Tua Siswa Saat SKTM nya Dicoret Pihak Sekolah

by
ISKNEWS.COM
Ilustrasi.

Muflichah bertempat tinggal di rumah milik orang tuanya di RT 5 RW 2 Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu. Namun, rumah itu juga ada ahli waris lain selain dirinya. Saat disurvei, dirinya menyatakan hanya mempunyai kendaraan satu dan daya listrik rumah masih 450 Volt per bulannya Rp 75 ribu.

Dijelaskannya, Penggunaan SKTM untuk mendaftar sekolah anaknya juga atas rekomendasi dari kepala desa dan camat. Sebab, kondisinya memang dinilai benar-benar tidak mampu.

“Saya bingung kalau sampai nanti anak saya benar-benar tidak bisa diterima, akhirnya masuk swasta dan biayanya pasti cukup mahal,” ujarnya.ISKNEWS.COMIlustrasi.

TRENDING :  Miris, Suami Diduga Tega Bakar Istrinya

Hal yang sama dialami oleh Ika (36 tahun) warga desa Bakalan Krapyak kecamatan Kaliwungu Kudus. Ia menceritakan, anaknya mendapatkan SKTM sebelumnya atas rekomendasi dari kepala desanya. Ketika anaknya Dika Nurulmaja (16) mendaftar di SMA 2 Kudus, sampai hari terakhir pendaftaran masih tercatat siswa yang diterima. Namun hari ini, nama anaknya sudah dicoret dari daftar siswa yang diterima.

TRENDING :  DARUL ARQOM PURNA STUDI STIKES MUHAMMADIYAH KUDUS TAHUN 2015

Ika menceritakan, Sebelumnya ada dua orang guru dari SMA 2 Kudus yang datang ke rumahnya. Mereka menanyakan pekerjaannya, rumah ini rumah siapa, penghasilannya serta memiliki berapa motor. Dijelaskannya, dirinya adalah seorang janda yang menghidupi seorang anak dan dua orang tuanya yang sakit – sakitan. Bahkan Ika yang juga buruh pabrik rokok itu mengaku, penghasilan dirinya sebagai buruh bathil pun tidak seberapa.

TRENDING :  Pendidik PAUD dan TP.PKK Diedukasi Cara Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus

KOMENTAR SEDULUR ISK :