Ini Wujud Toleransi Antar Umat Beragama Saat Lebaran Tiba

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Toleransi antar umat beragama harus di pertahankan sebagai wujud semarak kebinekaan di Indonesia. Hal itu terwujud saat pemeluk salah satu agama saling mengunjungi ke rumah tetangga pemeluk agama lain.

Seperti yang terlihat di rumah Sukrisno, Jemaat GITJ (Gereja Injil Tanah Jawa) Dukuh Karangsubur Desa Klaling, Kecamatan Jekulo belum lama ini.

Ia setiap lebaran biasanya menyajikan hidangan alakadarnya untuk menyambut tetangga yang hadir, terutama bagi umat muslim. “Kami setiap lebaran memang sedia sajian di meja ruang tamu, jika ada yang datang berkunjung,” jelasnya.

TRENDING :  348 Jamaah Haji Tiba di Bumi Mina Tani

Selain Sukrisno, ada juga warga Kudus Kota, Pendeta Abed nego wigati, lalu Sri Muryani warga Prambatan Guru Agama Katolik di Kudus.

Tamu berlebaran dari umat muslim juga datang di rumah Thomas Arjak, seorang Jemaat Katolik Desa Tanjung Rejo Jekulo dan Romo Pandita Budis, Suparno warga Desa Kutuk Undaan.

TRENDING :  Nyata di Kudus, Penjual Pecel Keliling Naik Haji

Mereka beranggapan, “Hidup berdampingan dengan beda agama tidak membuat resah, justru dengan perbedaan ini, membuat kami menghargai perbedaan dengan saling tolong menolong dan hidup bersosial,” ujarnya.

Sementara itu, Moh Rosyid, dari Komunitas Lintas Agama dan Kepercayaan Pantura (Tali Akrap) menyatakan, fakta tersebut sebagai bukti bahwa mereka sebagai umat agama minoritas bisa diterima dengan baik oleh lingkungannya yang muslim, berbekal perilaku baik dan bijaksana sehingga direspon dengan positif.

TRENDING :  Simbol Kemakmuran Masjid Srengatan Demaan, Bukti Nyata "Sholat Subuh Berjama'ah Itu Asyik"

Persolannya, tambah Rosyid, toleransi sejati itu sangat didukung oleh pemahaman pluralisme warga muslim dan cara pandang modin desa yang tidak fanatis dalam memberikan pemahaman toleransi pada warganya. “Modin desa memang berperan mewujudkan suasana toleransi, bila sang modin non pluralis juga akan berpengaruh terhadap suasana disekitar, namun hal ini tidak terjadi. Walhasil, tidak mempengaruhi cara pandang warganya yang muslim,” tegas dosen IAIN Kudus itu. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :