Inilah Alasan Dibalik Tidak Dikupasnya Kulit Tebu

oleh
Foto: Batang tebu yang tidak dikuliti, di Wergu Wetan, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Selasa (20-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Segelas es sari tebu, menjadi sebuah hidangan yang begitu pas untuk melepas dahaga di tengah teriknya sinar matahari. Rasanya yang manis, menyegarkan dan harganya yang terjangkau menjadikan minuman satu ini begitu diburu oleh masyarakat.

Selain itu, sari tebu digadang-gadang dapat bermanfaat untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah. Tak heran jika, minuman satu ini begitu populer di masyarakat, terutama bagi penderita diabetes. Hingga banyak orang yang kini beralih profesi sebagai penjual es tebu, lantaran ingin mengecap manisnya usaha es sari tebu.

Salah satunya adalah Jihat (50), warga Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus ini, telah berjualan es tebu dari tahun 2016. Pada isknews.com, Selasa (20-03-2018) ia mengatakan jika usaha es sari tebu ini memiliki prospek yang manis. Sebenarnya usaha ini cukup prospektif, tergantung bagaimana kita mengelolanya.

TRENDING :  T - Rex Evolution Fight Gym Resmi Hadir Di Kudus
Foto: Penjual es tebu di Wergu Wetan, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Selasa (20-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Perkenalannya dengan usaha ini bermula dari saudaranya yang telah dulu menggeluti usaha tersebut. Tak disangka dari obrolan singkat tersebut, saudaranya berkenan untuk memberi modal berupa seperangkat peralatan untuk berjualan es sari tebu.

“Sebelum saya berjualan es sari tebu, saya berprofesi sebagai marketing sebuah produk elektronik dan penjual ayam keliling. Waktu itu, tak sengaja berbincang-bincang dengan saudara saya yang berjualan es tebu,” ungkap Jihat.

TRENDING :  Sembilan Anggota PPD Kecamatan Bae Dilantik

Imbuhnya, “Dalam perbincangan singkat tersebut, saudara saya memaparkan strategi dan keuntungan usaha es tebu. Saat itu, saya hanya meng-iyakan tawarannya untuk ikut berjualan es tebu, sebenarnya saya tidak serius mengatakannya.”

Tidak diduga, saudara Jihat menanggapi jawaban tersebut dengan serius. Diberikannya modal seperangkat peralatan berjualan es tebu dan latihan sederhana cara membuat es tebu.

Melihat keseriusan saudaranya tersebut, Jihat dan Istrinya putuskan untuk menjalankan usaha es tebu. Dipilihlah lokasi yang strategis untuk berjualan.

Sebuah pemandangan yang menarik dari cara pembuatan es tebu di tempat Jihat, yakni setelah batang tebu dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Batang terbu tersebut dibersihkan ruas bukunya saja, sedangkan kulitnya tetap dibiarkan.

TRENDING :  SMA 2 Bae Kudus Gelar Pelatihan Penanganan Bencana Bagi Siswanya

Lalu batang tebu tersebut dicuci bersih dan siap digiling. “Konon di dalam kulit tebu terdapat senyawa yang bermanfaat untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah. Selain itu, saya mengambil sari tebu dari gilingan pertama, karena rasanya lebih nikmat,” kata Jihat.

Meskipun penjual es tebu telah menjamur di setiap pelosok Kota ini. Namun, Jihat tidak berputus asa dan patah semangat menjalani usaha tersebut.

“Masalah keuntungan itu relatif dari bagaimana kita mensyukuri setiap rezeki tersebut. Sedikit kalau disyukuri akan terasa berlimpah.” tutur Jihat (NNC/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :