Inilah Makanan yang Berhasil Mendongkrak Popularitas Perempatan Pekeng

by
Perempatan Pekeng isknews
Foto: Arus Lalu Lintas di Perempatan Pekeng, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Rabu (31-01-2018) (Nila Niswatul Chusna / ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Di Kudus terdapat beberapa tempat dengan nama yang unik, salah satunya adalah Pekeng. Mengapa di naman Pekeng?
Menurut masyarakat sekitar, pemberian nama pekeng berasal dari kondisi jalan yang bercabang dua atau dalam Bahasa Jawa disebut Mekeng. Dari kata Mekeng kemudian oleh masyarakat disebut Perempatan Pekeng.

Hal ini dibenarkan oleh Muhammad Ridwan (65), bahwa pada tahun 1985 masehi di daerah tersebut, terdapat sebuah proyek pembangunan yang menghubungkan antara Desa Jepang dengan Desa Loram, yang di kenal sebagai Jalan Budi Utomo.

“Dahulu sebelum adanya proyek tersebut daerah tersebut berupa pertigaan, yakni yang arah ke timur menuju Desa Jepang, arah selatan menuju Desa Gulang dan arah barat menuju Desa Jepang Pakis. Dengan adanya pembangunan jalan tersebut, merubahnya menjadi sebuah perempatan yang bercabang dua pada sisi sebelah barat, sehingga dinamakan mekeng atau perempatan pekeng,” ungkap Nadzir Masjid Wali Al Makmur ini.

TRENDING :  Perjuangan Kakek Tasrehan dalam Mencari Sesuap Nasi

Menurut cerita, di Pekeng dahulu sering diadakan pagelaran ketoprak, ludruk dan musik gambus. Setiap ada pagelaran tersebut, pekeng selalu di padati oleh masyarakat yang ingin menonton pertunjukan.
“Padatnya penonton, dimanfaatkan oleh warga sekitar Pekeng untuk berjualan di sekitar pagelaran. Banyaknya warga yang berjualan di Pekeng, mendorong Mbah Jamin untuk berkolega dengan Camat Mejobo yakni Aris Mulyono, untuk membangunkan tempat bagi para penjual di Pekeng,” ungkapnya, Jumat (26-01-2018).

TRENDING :  Beginilah Asal Usul Desa Bakalankrapyak

KOMENTAR SEDULUR ISK :