Inilah Pasar Kuliner Tertua di Kota Kretek

oleh
Foto: Pasar Kuliner Gang 4, Kelurahan Panjunan, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Kamis (22-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sejak dini hari, hiruk pikuk aktivitas jual beli telah terlihat di sepanjang Jalan Mangga, atau Gang 4. Puluhan penjual makanan tradisional dari pelosok Kota ini, tumpah ruah memadati bantaran Jalan tersebut.

Aneka makanan tradisional seperti arem-arem, lepet jagung, gorengan, ento-ento dan onde-onde, tersedia di tempat tersebut. Tak heran jika masyarakat menyebutnya dengan nama Pasar Kuliner Kudus.

Pasar ini telah ada sejak lama. Menurut salah satu penjual, Yuyun (56) mengatakan bahwa Pasar tersebut merupakan Pasar Kuliner tertua di Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Travelling Jadi Kegiatan Edukatif Bagi Anak Palang Merah Remaja

Pasar itu telah ada sejak tahun 1980-an. Ibu tersebut merupakan bagian dari cikal bakal Pasar Kuliner Kudus. Awalnya, Sang Ibu hanyalah seorang penjual makanan tradisional keliling.

Foto: Pasar Kuliner Gang 4, Kelurahan Panjunan, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Kamis (22-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Awalnya, daerah ini sering digunakan oleh sejumlah pedagang makanan tradisional untuk meletakkan dunak (bakul yang berukuran besar -red).

“Jadi dunaknya ditinggal di sini, lalu penjualnya pergi kulakan makanan tradisional di daerah sekitar Gang 4. Setelah selesai kulakan, mereka kembali ke sini untuk menata dagangan tersebut di dunak. Sambil mereka menata dagangan, sesekali ada warga yang menghampiri untuk membeli,” kata Yuyun, Kamis (22-03-2018).

TRENDING :  Usaha Selada Hidroponik di Kudus Kian Dilirik

Semakin hari, banyak masyarakat yang membeli makanan tradisional di daerah tersebut. Karena dirasa penjualan di Gang 4 lebih prospektif dibandingkan berkeliling, lalu mereka putuskan untuk berjualan di sana.

TRENDING :  PPJT Cluster Kudus, Akhirnya Dapatkan Lahan Untuk Angon Lebah Madu

Menurut Yuyun, pada tahun 1990-an hanya ada lima orang yang berjualan di Gang 4. Namun, setelah tahun 2000 jumlahnya meningkat pesat. Kini ada puluhan penjual makanan tradisional yang memadati Gang 4 setiap paginya.

“Sebagian besar penjual di sini adalah keturunan dari cikal bakal Pasar Kuliner Kudus. Sisanya adalah masyarakat lokal yang memiliki usaha pembuatan makanan tradisional.” pungkas Yuyun. (NNC/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :