Inilah Penampakan Mobil Wisata Menara Kudus Pengganti Moda Transportasi Becak Dan Ojek

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus berencana mengganti moda transportasi yang akan melayani para peziarah yang hendak ke Makam Sunan Kudus dari moda tansportsi Becak, Ojek dan Dokar dengan menggantinya mobil wisata, bahkan pengadaan kendaraan ini di ploting sejumlah 15 unit dengan anggaran 3,7 M,  hal ini seperti disampaikan oleh Kepla Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Dididk Sugiharto saat berbincang dengan media ini di kantornya, Senin (5/12/16).

00

Gambar ilustrasi mobil wisata Menara Kudus (YM)

Mobil wisata ini dirancang hampir mirip mobil wisata yang sudah ada, namun lebih baik dan lebih nyaman, “dengan berplat nomor merah, jadi mobil wisata ini benar-benar milik pemerintah Kabupaten Kudus, dan bukan milik pengusaha perseorangan, nanti pengemudinya sedang kita cari formulasinya apa dengan system pegawai alihdaya atau gimana,” jelasnya.

Pengdaan mobil wisata ini dijadwalkan  pada awal tahun 2017 sudah terealisasi, dengan spesifikasi semacam mobil Gran Max namun bagian penumpangnya didesain sedemikian rupa sehingga mampu menampung sebanyak 10 hingga 15 orang peziarah, tambahnya

Baca Juga :  "ISK TV - KEMERIAHAN HUT KE 513 KABUPATEN DEMAK " AYO LIHAT DEMAK""

Tentu saja kebijakan ini, akan dianggap membatasi, bahkan berpotensi menggusur keberadaan Tukang-tukang becak, ojek dan dokar yang selama ini menjadi lahan pekerjaan mereka, untuk hal tersebutlah sehingga kemarin di gedung DPRD dan dihalaman pendopo Kabupaten Kudus ribuan para tukang becak dan pengojek rame-rame berunjukrasa.

Didik menyampaikan, “pak Bupati menginginkan agar moda transportasi di terminal wisata Bakalan Krapyak, yang selama ini didominasi ojek dan becak, diganti dengan mobil wisata saja” katanya. menurut dia, dengan keberadaan mobil wisata ini, akan membuat peziarah Makam Sunan Kudus makin nyaman, serta tidak akan lagi terjadi kemacetan dan pengendara becak atau ojek yang ugal-ugalan membawa dan mencari penumpang di sekitar kawasan tersebut, “coba mas jawab dengan jujur, pernah tidak merasakan suasana macet dan kondisi ugal-ugalan dari para pengemudi becak di kawasan tersebut? “ tanya Didik  kepada media ini.

Baca Juga :  Kirab Tumpengan Akan Meriahkan Hari Jadi PKL Kudus 

Diketahui, selama ini bus wisata dengan tujuan Menara dan Makam Sunan Kudus berhenti di terminal wisata Bakalan Krapyak, yang berjarak kurang lebih 2,5 kilometer dari objek tujuan. Dari terminal wisata, para peziarah biasanya naik ojek atau becak, menuju Menara dan Makam Sunan Kudus.”ide penggantian moda transportasi tersebut berawal dari banyaknya keluhan para peziarah yang datang ke Kudus. Dan keluhan para peziarah ini yang diakomodir,” katanya.

Ditambahkan olehnya, selain dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Jember dan sekitar komplek Menara, moda trasportasi mobil wisata itu disamping membuat peziarah makin nyaman, juga ada standar pelayanan yang layak serta kepastian tarif. “Dengan kelayakan layanan dan kepastian tarif, tentu akan bagus untuk pengembangan pariwisata ke depan, citra Kudus di mata wisatawan juga akan semakin baik,” ucapnya.

Baca Juga :  Festifal Kartini Jepara Akan Di Hadiri Ibu Negara Menteri Kabinet Serta Artis Ibukota

Seperti diketahui sebelumnya, DPRD Kudus sudah  mengganggarkan Rp.3, 7 milyar untuk membeli 15 armada mobil wisata dalam RAPBD 2017 dan saat ini sudah diserahkan ke gubernur Jawa Tengah untuk disetujui. (YM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?