Inovasi Perbaikan Program Eliminasi TB di Kabupaten Kudus

oleh
Foto: Forum Group Discussion Eliminasi TB Kabupaten Kudus tahun 2030, Rabu (09-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sampai saat ini, penyakit Tuberkolosis (TB) masih menjadi sebuah permasalahan kesehatan di berbagai belahan dunia yang belum terpecahkan. Hal ini menggugah kesadaran berbagai pihak untuk berkontribusi dalam melakukan tindakan eliminasi TB.

“TB merupakan suatu permasalahan yang kompleks. Untuk menyelesaikannya, perlu adanya sebuah kerjasama yang sinergi antar berbagai sektor untuk bersama-sama mengeliminasi penyakit TB di Kabupaten Kudus,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus, Ahmad Syaifuddin, Rabu (09-05-2018).

Dalam kegiatan Forum Group Discussion Eliminasi TB Kabupaten Kudus tahun 2030, beberapa pihak mengkritisi dan menyampaikan inovasinya terkait program penanggulangan TB yang ada.

dr. Mudzakir yang menjadi salah satu peserta kegiatan tersebut, menyampaikan untuk menanggulangi TB di Kabupaten Kudus diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana yang mendukung. Dengan begitu orang yang diduga menderita TB atau suspek TB dapat terdeteksi dengan baik.

TRENDING :  Kebakaran Kesambi Hanguskan Empat Warung Bedeng

“Di sisi lain, diperlukan sebuah trobosan untuk melakukan pemeriksaan TB ditempat kerja, utamanya adalah perusahaan rokok. Karena perusahaan merupakan sebuah tempat potensial untuk penularan penyakit TB. Misalnya, ada seorang pekerja yang menderita TB batuk di tempat kerja, maka lingkungannya akan berpotensi tertular TB,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ahmad, perwakilan dari Puskesmas Jati, bahwa berdasarkan pengalamannya screening TB di sebuah perusahaan rokok di Desa Bulung Cangkring, ditemukan suspek TB yang lumayan banyak. Dari hasil ini menguatkan bahwa perusahaan menjadi tempat yang potensial penularan TB.

TRENDING :  TNI Akan Bangun Jalan Beton Sepanjang 487 Meter di Gondangmanis
Foto: Forum Group Discussion Eliminasi TB Kabupaten Kudus tahun 2030, Rabu (09-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

“Dengan adanya screening TB di perusahaan, diharapkan dapat menjaring suspek-suspek TB. Kemudian mereka akan diarahkan untuk melakukan proses pemeriksaan TB untuk diketahui hasilnya positif atau tidak. Setelah itu, mereka akan mendapatkan pengobatan. Semakin banyak penderita yang terkonfirmasi TB dan terobati, maka semakin mudah TB ditanggulangi,” kata Ahmad.

Pada kesempatan itu, dr. Mudzakir juga menyampaikan jika sosialiasi TB perlu dilakukan pada sektor pendidikan. Dengan adanya sosialisasi TB pada siswa, diharapkan siswa dapat menjadi pendorong orang tuanya yang penderita TB untuk rutin mengkonsumsi OAT.

“Jika penderita TB susah diingatkan menelan obat oleh petugas kesehatan, maka kita bisa memberdayakan anaknya untuk mengingatkan mengkonsumsi OAT. Jika yang mengingatkan anaknya pastinya akan lebih ditanggapi, dengan begitu peluang keberhasilan program pengobatan TB dapat ditingkatkan,” kata dr. Mudzakir.

TRENDING :  Bupati Kudus Resmi Buka Pameran "Kudus Inkop UMKM Expo 2017"

Dilanjutkanya, “Di sisi lain, siswa yang memahami TB dapat mendorong orang tua dan keluarganya yang mengalami gejala TB untuk melakukan pengobatan ke pelayanan kesehatan. Dari sini, akan membatu proses screening TB di masyarakat.”

Masukan-masukan ini menjadi sebuah angin segar bagi program penanggulangan TB di Kabupaten Kudus. Ketua IDI Kudus, Ahmad Syaifuddin mengapresiasi tinggi, masukan-masukan yang dilontarkan oleh peserta. Masukan ini nantinya akan mematangkan program eliminasi TB di Kabupaten Kudus. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :