Ipda Subkhan: Santri Itu Miliki Karakter Khusus Untuk Diterapkan di Semua Lini

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Secara umum yang dikatakan santri adalah orang yang tinggal menetap dan menuntut ilmu pada seorang guru atau kyai, namun dalam konteks lain orang yang belajar pada guru atau kyai dengan sesekali datang dan tidak menetap, namun melaksanakan perintah-perintah kyai, dapat disebut juga sebagai santri.

“Perlu diketahui bahwa santri itu memiliki karakter khusus dan memiliki budaya yang apabila diterapkan di semua lini birokrasi dan tempat kerja, dipastikan akan membawa perubahan baik yang signifikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,”

TRENDING :  Poktan Desa Gondhoarum Melaju Ke Enam Besar Lomba Poktan Upsus Jagung Tingkat Jawa Tengah

Hak itu dikatakan Ipda Subkhan selaku Kanit Keamanan Negara Satuan Intelkam Polres Kudus dalam acara Buka Bersama di Masjid Baitus Salam Dukuh Kencing Desa Jati Kulon Jati Kudus, Sabtu (26-05-2018).

Menurut Shubhan, Untuk dapat ikut melakukan perubahan dan membawa kejayaan bangsa, maka santri harus keluar dari konteks tradisionalnya yang hanya bercita-cita menjadi kyai, karena kalau masih berkutat pada sifat tradisionalnya saja maka yang ada hanya berlomba-lomba membangun masjid dan mushola serta memperebutkan umat.

TRENDING :  Jembatan Tanggulangin II Dibangun, Jalur Kudus Demak Bakal Jadi Dua Arah

Namun, lanjutnya, santri juga harus memiliki cita-cita yang tinggi sehingga ketika Polisi, Tentara, PNS, DPR, Kades, Camat, Bupati dan lain sebagainya memiliki latar belakang santri dan kemudian menerapkan budaya baik dipesantrennya, “Maka InsyaAllah akan terwujud negara yang baik dan dirakhmati Alloh SWT,” tambah Ipda Subkhan.

Diakhir materinya Ipda Subkhan juga berpesan untuk selalu belajar dan belajar karena dengan ilmu akan mencapai kemuliaan, dan ikut mensukseskan pemilu karena dengan pemilu akan tercapai kemakmuran.

TRENDING :  Koperasinya Sudah Dibubarkan, Hak Jaminan Hari Tua Buruh Tak Kunjung Diberikan

Sementara Ketua panitia, Mustofa Kamal menyebut, Acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Santri Indonesia Kabupaten Kudus itu dihadiri ratusan orang yang terdiri atas SANINDO, Perwakilan GP. Ansor, IPNU, IPPNU, Sedulur Makiyah / Fans Cak Nun Kudus dan masyarakat sekitar.

Ia berharap, semoga dengan acara silaturrahim semacam ini bisa memperkuat kita, terutama untuk agama, bangsa dan negara kesatuan republik indonesia (NKRI). (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :