Istri Yang Melayani Suami Pahalanya Sama Dengan Membunuh 70 Kafir Di Medan Perang

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – KH Abdul Basit dalam ceramahnya mengatakan, seorang istri apabila suami baru pulang mau berjabat tangan dan mencium telapak tangannya akan mendapat pahala sangat besar sekali. Apalagi pahala bagi istri yang melayani suami pahalanya sama dengan membunuh 70 kafir di medan peperangan.

Hal itu disampaikannya saat mengisi acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Ikhlas Makodim 0722/Kudus, Kamis (14/12/2017). Dia menjelaskan, melayani suami maksudnya adalah patuh dan taat kepada suami yang muaranya pada istri solehah.

”Jadi seorang istri janganlah sampai membentak suami, karena suami adalah imam dalam rumah tangga walaupun ada kekurangan dari seorang suami tetaplah dia seorang imam,” tuturnya.

TRENDING :  Pengajian Tafsir Alqur'an di Menara Kudus InsyaAllah Dimulai Rabu Legi, 5 Ramadhan 1438H

Sebaliknya, lanjutnya, suami yang mau menghargai istrinya  karena perjuangan dalam keluarga yang tidak berat, juga akan mendapat pahal yang luar biasa karena mau memuliakan wanita. Itu seperti yang dicontohkan Rosulullah yang sangat menghormati kaum wanita.

Seorang istri perjuangannya sangat berat ketika mengandung, melahirkan, hingga membesarkan. Maka Allah mengabulkan doa seoarang ibu.

”Kita melaksanakan acara maulid Rosulullah SAW ini merupakan wujud kecintaan kita kepada Rosul. Sudah sepatutnya kita meneladani sifat dan sikap Rosulullah agar selamat di akhirat nanti,” imbuhnya.

Abdul Basit menambahkan, barang siapa mencintai Rosulullah maka pada hari akhir nanti akan mendapat syafaat dan surga Allah SWT. Sedangkan orang yang ingkar dengan Rosulullah akan dimasukkan neraka.

TRENDING :  Wow! Ternyata Di Kudus ada Masjid di Atas Air

Selain itu dia juga memberikan amalan yang mendapat pahala besar. Salah satunya adalah dengan membaca salat untuk Rosulullah. ”Umat islam yang sering membaca sholawat sehari minimal 100 kali, pada hari kiamat saat melewati jembatan Shirotul Mustaqim akan dituntun atau diantar oleh Malaikat Jibril,” tuturnya.

TRENDING :  Peluang dan Tantangan Jurusan Ushuluddin

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad ini banyak yang dapat teladani. Mulai kelahiran beliau hingga kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad SAW. Dicontohkannya salah satu kewajiban orang tua yang pertama kali adalah memberi nama yang baik untuk anak.

”itu contoh kecil saja yang dapat diteladani dari Rosulullah. Dan masih banyak lagi contoh lainnya. Jika kita mau meneladani Rosulullah InsyaAllah akan selamat dunia dan akhirat kelak,” pungkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :