Iuran BPJS Perangkat Desa Tak Dibayarkan

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Iuran diperuntukkan program BPJS Kesehatan bagi perangkat desa tak dibayarkan. Padahal, iuran tersebut dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) pada tahun 2016 lalu. Terutama di wilayah Kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Hal itu mengundang pertanyaan dari Camat Cepu, Joko Sulistiyono.

“Terus dikemanakan uangnya. Sudah dianggarkan tapi tidak dilaksanakan,” kata Joko, Kamis (9/2/2017). Pihaknya mengaku, mengetahui itu setelah mempelajari masing-masing APBDes desa. “Di APBDes ada anggaran untuk itu (BPJS),” kata Camat Cepu, yang juga mengaku bahwa sampai saat ini masih mempelajarinya (APBDes).

Untuk tahun ini, Camat meminta, dalam APBDes dianggarkan kembali untuk iuran BPJS. “Karena itu sangat penting,” tandasnya. Dia menambahkan, dari 17 Desa/Kelurahan hanya dua desa saja yang mendaftarkan perangkatnya dalam kepesertaan BPJS. “Desa Mernung dan Desa Ngloram,” tambahnya.

Baca Juga :  DKK Kudus Anggarkan Rp 1,25 M, Untuk Pengadaan Mobil Ambulans

Sementara, Prasetyo Pambudi, Staf Kantor Layanan Operasional Kabupaten (KLOK) Blora, menyatakan, dari 16 kecamatan di Kabupaten Blora, hanya 3 Kecamatan yang dianggap belum mendaftarkan perangkatnya dalam kepesertaan BPJS Kesehatan. “Kecamatan Cepu, Kecamatan Blora dan Kecamatan Todanan,” kata dia.

Dia menjelaskan, sebenarnya ketiga kecamatan tersebut sebagian desanya telah terdaftar. “Namun tidak semua,” kata dia. Todanan terdapat 4 desa, Blora terdapat 2 desa dan Cepu terdapat 2 desa. “Karena belum semua terdaftar, maka kami anggap tiga kecamatan tersebut belum terdaftar dalam kepesertaan BPJS,” tandasnya. (As)

Baca Juga :  HUT PPNI Ke-43, DPD PPNI Kudus Galakkan Gerakan Mendukung Masyarakat Sehat
APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?