Iuran Guru untuk Majukan Lembaga Pendidikan

oleh

Jepara, ISKNEWS.COM – Sejumlah satuan pendidikan usia dini di Kecamatan Keling mendapat berkah peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2018 dan Hari Ulang Tahun ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Satuan-satuan pendidikan ini, mendapat bantuan pengembangan pendidikan berupa Alat Permainan Edukatif (APE) dan uang tunai.

“Tidak dari pemerintah atau perusahaan, tapi berasal dari iuran para pendidik dan tenaga kependidikan se-Kecamatan Keling,” kata ketua panitia HGN dan HUT PGRI setempat, Sutikno, Selasa (11/12).

Menurut Sutikno, ide pemberian bantuan ini dicetuskan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (UPT Disdikpora) Kecamatan Keling, Edy Utoyo. Dikemas dalam program ‘Sumbangan Peduli Pendidikan Anak Usia Dini, Kelompok Bermain, dan Taman Kanak-Kanak’, pendidik dan tenaga kependidikan setempat mulai dari usia dini sampai SMP, diminta memberikan sumbangan sukarela.
“Hasilnya terkumpul sumbangan Rp 6,25 juta. Lalu kami melakukan survei untuk melihat satuan pendidikan mana saja yang paling mendesak untuk dibantu. Akhirnya diputuskan membeli 2 APE dan satu paket bantuan uang tunai untuk 3 yayasan,” terang Sutikno.

TRENDING :  Guru Jangan Membuat Anak Didik Takut Mengikuti Pelajaran

Adapun satuan pendidikan penerima adalah KB Kasih Ananda Desa Damarwulan berupa APE komidi putar, Yayasan Harapan Bangsa Keling yang memiliki PAUD, KB, dan TK berupa APE ayunan, serta untuk PAUD/TK Tunas Harapan Damarwulan berupa uang tunai Rp 2 juta untuk pembuatan tempat alat permainan.
Bantuan ini diserahkan di sela acara Resepsi PGRI Cabang Keling yang berlangsung di gedung Koperasi Pegawai Republik Indoneslia (KPRI) Kalingga, Keling, Selasa (11/12). Acara ini dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Jepara, Kiswadi, perwakilan unsur forum koordinasi pimpinan kecamatan, dan pimpinan satuan kerja tingkat kecamatan setempat.

Menurut Sutikno, kegiatan lain yang juga telah dilaksanakan dalam rangka HGN 2018 di antaranya out bound satuan pendidikan tingkat TK sampai sampai SMP, lalu sarasehan Basa Jawa yang melibatkan 86 perwakilan satuan pendidikan.
“Pemilihan kegiatan ini karena kami prihatin dengan anak-anak sekarang yang kurang tahu unggah-ungguh serta budaya Jawa,” tandasnya.

TRENDING :  Pemkab Siapkan Rp 3,6 Milyar Untuk Perbaikan Jalan Mayong-Nalumsari

Kegiatan ini menjadi upaya untuk menjunjung nilai-nilai luhur budaya Jawa. Juga digelar jalan sehat insan pendidikan. Sedangkan di sela resepsi, dilakukan pelepasan dan pemberian tali asih untuk 19 guru purnatugas. Tali asih diserahkan Ketua PGRI Kabupaten Jepara Kiswadi didampingi Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Keling Edy Utoyo.

Edy Utoyo sendiri dalam sambutannya berpesan pentingnya lembaga pendidikan untuk melakukan penyesuaian dengan tuntutan revolusi industri 4.0. Guru harus mampu menjadi penggerak perubahan menuju Indonesia cerdas. Dengan demikian, SDM lulusan pendidikan di Indonesia tidak tertinggal dari perkembangan revolusi industri.

Edy juga menyampaikan bahwa saat ini eksistensi UPT Disdikpora Kecamatan sudah berada pada hari-hari terakhir. “Mulai 1 Januari 2019 nanti menjadi Satuan Koordinasi Pendidikan Kecamatan. Sedangkan Kepala SD menjadi Kepala UPT SD mengikuti pola di tingkat SMP,” katanya.

TRENDING :  Waspadai dan Kenali Mamin Layak Konsumsi

Sekretaris Kecamatan Keling Natanael Hadisiswoyo dalam sambutannya berpesan pentingnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menapaki tahun politik.

Sedangkan Ketua PGRI Kabupaten Jepara Kiswadi berpesan pentingnya membangun budaya literasi di kalangan pendidik. Guru yang banyak membaca akan memiliki beragam bahan untuk mengajar sehingga kualitas kegiatan belajar mengajar bisa meningkat. Budaya ini juga akan memacu guru mampu menulis karena memiliki banyak ide.
“Pembuatan karya tulis juga merupakan syarat kenaikan pangkat, misalnya dari golongan IV.a ke IV.b. Sayang kalau seorang guru harus kehilangan hak tunjangan profesi karena sekian tahun tidak naik pangkat,” pesan Kiswadi.

KOMENTAR SEDULUR ISK :