Jabatan dan gaji sudah besar namun masih saja dapat ceperan.

Pati, Isknews.com Lintas Pati – Istilah kapal pecah sangat tepat diucapkan saat ada pengisian perangkat desa, pasalnya dalam kegitan tersebut dipasti akan ada pundi-pundi rupiyah yang akan mengalir cukup fantastis dikeluarkan oleh bakal calon perangkat untuk mendukung  kegitan tersebut. 

Berdasarkan pengamatan Lembaga penggiat informasi trasnparansi publik LSM Senopati mengukapkan bahwa fenomena pengisian perangkat desa yang terjadi di Kabupaten Pati saat ini banyak dijadikan kesempatan untuk mencari keuntungan. Hal tersebut di ungkapkan Wahyudi S.h Ketua LSM Senopati, Sabtu 08/10

Baca Juga :  Kecelakaan tunggal Bus pariwisata Tiara Mas di lingkar Payaman, 3 Meninggal Dunia

Anggaran yang besar untuk kegitan pengisiaan perangkat desa kami meyakini ada bentuk-bentuk pengondisian, artinya mulai dari lembaga tingkat desa sampai muspika dapat bagian.  Kalau lembaga desa dapat bagian sih wajar saja, tapi jika muspika atau pejabat-pejabat yang notabenya sudah dapat gaji dari negara kan gak tepat.” ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga berpesan kepada warga masyrakat agar mau bersikap kritis dibidang transparansi angaran yang dikelola oleh pejabat publik, 

Baca Juga :  Ujian Perangkat Desa Blaru Menuai kritikan pedas Dari Calon yang tidak Lolos

Mari kita bawa Kabupaten Pati ini menjadi lebih baik, jangan takut bersuara untuk kritisi kinerja pemerintah,karena Undang-Undang informasi tranparansi keterbukaan publik sudah menjamin kita untuk mengetahui segala bentuk keuangan yang bersumber dari pemerintah atau swadaya masyarakat  yang dikelola Desa atau Dinas terkait, termasuk anggaran pengisian perangkat desa pun boleh diketahui penggunaannya .” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi masyrakat terkait dengan kegitan pengisiaan perangkat desa, LSM Senopati mendapati informasi bahwa pundi-pundi rupiah yang mengalir ke pejabat tingkat Desa sampai Kecamatan bervariatif tergantung posisi jabatan.

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?