Jadi Incaran Warga, Gunungan Tiwul Dikawal Ketat Dalam Kirab Budaya Eyang Suryo Kusumo

Jadi Incaran Warga, Gunungan Tiwul Dikawal Ketat Dalam Kirab Budaya Eyang Suryo Kusumo

Kudus, isknews.com – Diantara sejumlah gunungan yang diarak dalam kirab budaya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Eyang Suryo Kusumo, oleh warga Desa Mejobo dan Warga Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Minggu (03/12/17), terdapat makanan atau jajan pasar berupa Tiwul.
Jumlah Tiwul itu pun tidak tanggung-tanggung, sebanyak 15 tampah. Seperti gunungan lainnya yang berisi sayuran dan hasil bumi, buah-buahan, ingkung ayam dan nasi, Tiwul itu pun jadi rebutan warga masyarakat yang datang untuk menyaksikan kirab tersebut, sehingga ludes hanya dalam waktu singkat.

Kenapa Tiwul, menurut Koordinator kirab, Sa’diyanto, yang dihubungi isknews.com, Minggu (03/12/17), di kediamannya, Tiwul konon merupakan makanan sehari-hari Eyang Suryo Kusumo beserta para santri. Sehingga melalui kegiatan kirab budaya dan haul tersebut, diharapkan masyarakat akan ikut menjaga dan melestarikan makanan tradisional tersebut. “Tidak hanya itu, nantinya kami akan menjadikan Tiwul, sebagai ikon kuliner Desa Mejobo.”

Foto: Warga berebut gunungan. (Dok. Isknews.com)

Bagi warga Desa Mejobo sendiri, juga desa-desa di sekitarnya, Tiwul diyakini mempunyai berkah dari Eyang Suryo Kusumo, salah satu tokoh penyebar Islam di Kudus bagian timur, pada masa Kerajaan Mataram, sekitar abad XVIII. Karena itulah, kenapa Tiwul ini menjadi incaran warga yang menyaksikan kirab, sehingga saat diarak dalam kirab, Tiwul itu mendapat kan pengawalan khusus, agar selamat sampai Makam.

Diterangkan selanjutnya oleh Sa’diyanto, Tiwul dalam bentuk gunungan sebanyak 15 tampah itu, di kirab sejauh sekitar 2 kilometer, start dari depan Masjid Al-Ma’wa, di Desa Kirig, melewati Jalan Raya Mejobo dan finish di halaman Makam Eyang Suryo Kusumo, di Desa Mejobo.

Di situlah, yakni di tempat dilaksanakannya peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW dan Haul Eyang Suryo Kusumo, gunungan Tiwul dan gunungan lainnya, diperebutkan oleh warga masyarakat, setelah lebih dulu didoakan oleh pemuka agama setempat. Sehingga tak berapa lama, Tiwul yang terbuat dari ketela atau singkong itu pun habis, tanpa sisa.

“Kegiatan kirab budaya ini melibatkan dua desa, yakni Desa Mejobo dan Desa Kirig yang warganya ikut nyengkuyung dan guyub, dalam haul Eyang Suryo Kusumo, yang diselenggarakan bersamaan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Susunan Pemain Persab vs Persiku

Share This Post