Jangan Lupa, Penghijauan!

oleh
ISKNEWS.COM

Penanaman pohon untuk mengurangi efek global warming, banjir, dan longsor masih terus dilakukan oleh dinas terkait. Hutan lindung dan hutan produksi di daerah Kudus berada di Muria, yang selalu dipantau tim dari dinas terkait. Hutan lindung berada di areal Muria atas, dan hutan produksi berada di areal Muria bawah. Termasuk di dalamnya Rahtawu, Kajar, Colo, Japan, Kandangmas, dan juga Menawan. Untuk hutan produksi, pohon yang telah berusia 4-5 tahun ditebang kemudian dilakukan penanaman bibit seperti semula.

TRENDING :  Pedagang Pasar Kliwon Belum Terima Kartu e-Retribusi

Kasus-kasus seperti kebakaran hutan, menurut penuturan Budi sampai sejauh ini belum pernah terjadi. Hanya saja, sebagian kecil kasus penebangan liar pernah terjadi di Kudus. ketika itu, dari Perhutani dan Polda mengadakan pembinaan kepada masyarakat setempat. Belum ada sanksi berat yang diberikan, karena pelanggarannya hanya sebagian kecil saja. Akan tetapi, hal ini jangan dianggap remeh karena jika terbukti maka sanksi berat layak menanti. Lahan-lahan untuk tanaman pangan abadi juga dilindungi, karena selain sebagai lahan tanam juga berfungsi sebagai lahan penghijauan. Saat ini, lahan yang dilindungi seluas sekitar 25.000 hektare.

TRENDING :  Pelaku UKM di Kudus Diedukasi Pemasaran Pasar Internasional

Selain yang dipaparkan di atas, karena sebagian besar daerahnya merupakan lahan industri, di areal perkotaan kabupaten Kudus juga ditanam pohon yang menyerap banyak CO2 dan menghasilkan banyak O2. Penyuluhan berupa lomba untuk para remaja dan anak-anak juga dilakukan. Terakhir penyuluhan dilakukan pada awal Mei lalu.

TRENDING :  Jenang Oblong, Makanan Khas Era Penjajahan

Banyak pohon banyak udara segar.

Reportase bersama Ir. Budi Santoso, MM Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan

 

memei

KOMENTAR SEDULUR ISK :