Jangan Remehkan Usaha Budidaya jangkrik

oleh
ISKNEWS.COM
Foto: Jangkrik, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, Rabu (04-06-2018).(Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Semakin hari, dunia kicau mania kian semarak. Munculnya sejumlah pecinta burung baru dan aktifnya kembali sejumlah pemain lawas, menjadikan dunia kicau mania kian seru dan semarak.

Tingginya minat masyarakat akan burung kicau, berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan jangkrik sebagai pakan burung. Jangkrik digadang-gadang sebagai pakan unggulan bagi burung kicau. Tingginya kandungan protein pada jangkrik berfungsi menjaga kesehatan burung agar selalu prima dan menghasilkan kicauan yang lantang.

Peluang ini rupanya ditangkap baik oleh beberapa orang untuk mengais recehan rupiah dari usaha budidaya jangkrik. Proses budidaya jangkrik yang tergolong mudah, tidak membutuhkan modal besar dan tingginya permintaan pasar, membuat usaha satu ini begitu profit. Tak sekedar itu, jika ditekuni secara baik usaha ini ternyata mampu menjadi pekerjaan yang menjanjikan.

Diakui oleh Nur Dapien, pengusaha jangkrik asal Kota Kretek ini, telah membuktikan manisya usaha satu ini. Dirinya tidak memungkiri, semaraknya dunia kicau mania memiliki andil besar dalam mendongkrak usahanya.

TRENDING :  Sepeda Motor Ini Raib Saat Terparkir di Luar Kos Mlati Kidul

Pria dengan satu anak ini mengaku, jika usahanya tersebut dirintis sejak satu tahun yang lalu. Meskipun masih seumur jagung, ia mampu membuktikan ketekunan dan kerja kerasnya dengan menguasai pasar jangkrik di Kota Kudus dan sekitarnya.

ISKNEWS.COM
Foto: Kandang budidaya jangkrik Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, Rabu (04-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kepada isknews.com, Nur sapaan karibnya, mengungkapkan jika dirinya dahulu berprofesi sebagai marketing produk. Namun, setelah ia mengenal dan mempelajari usaha budidaya jangkrik dari temannya, ia tinggalkan pekerjaan lamanya tersebut. Menurutnya, usaha budidaya jangkrik memiliki prospek yang lebih bagus dibandingkan pekerjaan lamanya itu.

“Awalnya mengenal usaha ini dari teman. Setelah mempelajari lebih dalam, saya melihat prospeknya yang bagus dan begitu profit. Dari situ saya mulai tertarik dan putuskan menekuni usaha budidaya jangkrik ini,” kata Nur, Rabu (06-04-2018).

Masih terekam jelas diingatannya, saat pertama kali ia menggeluti usaha ini. Pada waktu itu, ia membudidayakan jangkrik kalung seperti yang dilakukan oleh temannya. Dimana masa panen adalah waktu yang paling dinantikannya.

TRENDING :  Yuk, Kenalan Sama Duta Pilkada Kudus 2018

Setelah satu bulan menunggu, tibalah waktu Nur untuk memanen jangkrik kalungnya. Panen pertama ia dapat mengumpulkan lima karung jangkrik. Rona kebahagiaan begitu tergambar jelas di wajahnya. Di pasarkanlah jangkrik tersebut ke penjuru Kota Kudus.

“Dengan sepeda motor, saya membawa ke lima karung jangkrik tersebut menyusuri setiap jalan di Kudus. Setelah berkeliling beberapa hari, tidak ada satupun toko atau agen pakan burung yang mau membeli jangkrik saya. Akhirnya jangkrik tersebut saya goreng dan berikan kepada teman-teman kicau mania,” ungkapnya.

ISKNEWS.COM
Foto: Kantong jangkrik yang siap dikirim ke berbagai daerah, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, Rabu (06-04-1018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Singkat cerita, dari pengalaman tersebut ia mengetahui bahwa usaha jangkrik kalung di Kudus sudah banyak dan daya jualnya tidak sebagus yang dipikirkannya. Dari situ, ia putuskan berpindah haluan ke budidaya jangkrik alam.

TRENDING :  Polri Pastikan Pelapor Beras Plastik Tak Akan Dipidanakan

Harga jualnya yang tinggi dan sedikitnya pesaing membuat Nur optimis dengan usaha jangkrik alam. Dengan ketekunan dan kerja keras, ia berhasil meyakinkan agen dan para pecinta burung bahwa jangkrik yang dijualnya memiliki kualitas yang bagus.

“Jangkrik alam ini memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari jangkrik kalung. Sehingga jika digunakan sebagai pakan burung maka kicauannya akan lantang dan indah,” ucap Ayah satu anak tersebut.

Dibantu beberapa mitra kerjanya, Nur memenuhi permintaan jangkrik dari Kota Kudus dan sekitarnya. Tak disangka, dari usaha sampingan ini dirinya mampu menggerakan roda perekonomian keluarga dan sejumlah mitra kerjanya. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :