Jangan Takut Berkarya

oleh

BLK di Kudus menyediakan berbagai macam pelatihan, yang tujuan utamanya adalah membantu mengatasi pengangguran di kabupaten. Pelatihan tersebut adalah menjahit busana, tas, bordir, tata rias dan kecantikan, otomotif, bahasa Korea dan Inggris, teknologi, dan lain sebagainya. Khusus untuk pelatihan bahasa, menurut penuturan Sajad, 70 % di antara peserta pelatihan memang berminat untuk bekerja ke luar negeri, khususnya Korea. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali pekerja agar mampu bekerja di sektor formal dan bukan di sektor non skill.

Pada pelaksanaan sebelumnya, BLK dapat benar-benar membantu bagi mereka yang ingin mendapatkan pekerjaan. Sekitar 30 % dari mereka memutuskan untuk bekerja di sektor formal (pabrik) dengan pertimbangan gaji dan tunjangan lainnya telah terjamin, seperti menjahit misalnya. Adapun 70 % lainnya memilih di sektor informal (wirausaha) dan memulainya dengan usaha kecil-kecilan terlebih dahulu, seperti membuka bengkel, dan lain-lain.

TRENDING :  Tingkatkan Kualitas Para Santri Lewat Porsadin

Untuk tahun ini BLK masih berjalan, dengan jadwal masing-masing pelatihan berbeda-beda. Nantinya, setelah pelatihan selesai para peserta akan diberikan pelatihan skill wirausaha selama dua hari. Dengan adanya MEA 2015, pemerintah berharap bila ada warga Indonesia yang dipekerjakan di luar negeri agar mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan kemampuannya.

TRENDING :  Sam'ani Lepas 10 Relawan BPBD Kudus ke Lombok

Selama ini kendala yang dihadapi adalah masih adanya masyarakat yang belum begitu mengerti apa fungsi dan tujuan BLK. Selain itu, jarak yang terlalu jauh juga berpengaruh terhadap minimnya sosialisasi. Sebagai solusi, dari dinas terkait mengadakan pelatihan ke desa-desa, seperti pelatihan tata boga di Terban dan pelatihan otomotif di Dawe.

TRENDING :  Galang Dana, PMII Kudus Ajak Masyarakat Peduli Lombok

Pendaftar BLK dapat mendaftar langsung ke UPT BLK, dengan beberapa syarat seperti Fotokopi KTP, KK, Ijazah, dan lain-lain. Selama pelatihan tidak dipungut biaya apapun, dengan sarana fasilitas serta instruktur yang memadai. Berhasil atau tidaknya bergantung pada niat dan kerja keras masing-masing.

Reportase bersama Drs. Sajad Abdi, M.Pd Kepala BLK Kabupaten Kudus

 

memei

KOMENTAR SEDULUR ISK :