Jangan Takut Bersentuhan dengan Penderita Kusta

oleh
Penderita kusta di Kudus, Rabu (25-07-2018). (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM –¬†Kusta merupakan penyakit kulit yang kerap disepelekan oleh masyarakat. Meskipun kusta tidak menyebabkan kematian, tetapi penyakit tersebut dapat menggiring penderitanya pada stres berat hingga bunuh diri.

Tidak dipungkiri, banyaknya stigma negatif di masyarakat tentang kusta. Membuat penderita kusta rentan mengalami tekanan psikologis hingga memutuskan mengakhiri hidupnya denan cara yang tragis. Stigma negatif itu tidak hanya diderita oleh penderita kusta saja, namun para eks penderita kusta juga mengalami hal yang sama.

Selama ini, banyak orang yang takut bersalaman dan berinteraksi dengan penderita dan eks penderita kusta karena takut tertular. Banyak orang yang bertanya-tanya, apakah kusta dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita?

Pengelola Progam Kusta, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto menjelaskan bahwa penyakit kusta disebabakan oleh Mycrobacterium Leprae. Penyakit ini hampir sama dengan penyakit TBC yang ditularkan melalui percikan air ludah atau droplet penderita. Peluang penularan kusta melaui kulit atau sentuhan langsung sebenarnya kecil. Peluang itu membesar jika kontak dilakukan secara kontinyu dalam waktu yang lama.

TRENDING :  Kwarcab Kudus Sukses Gelar Estafet Tunas Kelapa (ETK), Pramuka Perekat NKRI

“Perlu diluruskan, kotak langsung dengan penderita kusta yang telah diobati atau kusta kering dan eks penderita kusta tidak akan menularkan penyakit. Jadi jangan pernah ragu dan takut untuk berinteraksi dengan mereka. Para penderita kusta dan eks penderita kusta juga manusia yang seharusnya kita rangkul untuk bisa hidup seperti manusia normal lainnya,” tegasnya saat ditemui isknews.com pada Rabu (25-07-2018).

Penderita kusta di Kudus, Rabu (25-07-2018). (Istimewa)

Nuryanto menuturkan, penderita kusta yang dapat menularkan penyakit adalah penderita kusta basah atau yang belum diobati. Ciri-ciri penderita kuta basah yakni timbul bercak putih kemerahan menyerupai kadas pada kulitnya, terjadi penebalan dan pembengkakan pada area bercak.

TRENDING :  Usai Takluk di Kandang, Uston Nawawi Mundur Dari Kursi Kepelatihan PSIR

“Penderita kusta basah harus segera ditangani karena berpotensi menularkan penyakit. Jadi jika ada yang menemukan orang dengan tanda-tanda tersebut segera lapor ke puskesmas terdekat untuk segera dicek dan diobati,” tegasnya.

Para penderita kusta nantinya, akan menjalani pengobatan selama 6-12 bulan. Setelah dinyatakan sembuh, esk penderita kusta dapat hidup kambali seperti manusia normal. Kecatatan yang timbul dari penyakit kusta dapat ditangani dengan merujuk ke RS Kusta Donorojo Jepara.

Bahkan Nuryanto menegaskan pihaknya siap memfasilitasi eks penderita kusta di Kudus yang mau direhabilitasi di sana. Tenang semua biaya tersebut gratis dan tidak dipungut uang sepeserpun.

TRENDING :  ‚ÄčKarang Taruna Kabupaten Kudus bagikan 2000 bibit Cabe

Dia juga menghimbau masyarakat untuk tidak mengucilkan para penderita kusta dan eks penderita kusta dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Jika ada ekspenderita kusta yang mengembangkan usaha misalnya, berjualan kebutuhan pokok. Masyarakat tolong jangan takut berbelanja pada mereka.

Menurut dia, para eks pederita kusta sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat. Karena tantangan terberat dari para penderita kusta adalah tekanan psikologis dari stigma negatif yang berkembang di masyarakat.

“Marilah kita bekerjasama menuntaskan kasus kusta di Kabupaten Kudus. Kita bersama-sama menemukan sebanyak-banyaknya penderita kusta untuk segera diobati. Selain itu, mari kita rangkul para penderita kusta untuk hidup normal di masyarat,” pungkasnya. (NNC/RM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :