Janjikan Rp 2,5 Miliar, Dukun Pengganda Uang Gondol Puluhan Juta Dari Warga Kudus

oleh
Kapolres Kudus ISKNEWS.COM
Foto: Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menggelar jumpa pers tindak pidana penipuan berkedok penggandaan uang. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Polres Kudus berhasil mengungkap kasus penipuan berkedok penggandaan uang, yang berhasil menggondol uang puluhan juta milik Jumadi warga Kecamatan Bae, Kudus.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning dalam jumpa pers menerangkan, kasus ini berhasil diungkap dari laporan korban pada 13 April 2018. Korban mengaku telah menjadi korban penipuan dan mengalami kerugian hingga Rp 30 juta.

Dari laporan tersebut anggota Satreskrim Polres Kudus bergerak cepat membekuk pelaku. “Pelaku berinisial TAP (46) berhasil diamankan di depan warung di Kabupaten Sragen, Selasa (15-05-2018),” ungkap Agusman saat menggelar jumpa pers di Mapolres Kudus, Kamis (17-05-2018).

TRENDING :  Sekilas Info dari Rembugan Bareng Gubernur

Dalam aksinya pelaku memperdaya korban dengan cara menjanjikan dapat menggandakan uang Rp 30 juta menjadi Rp 2,5 miliar. Setelah tergiur uang tersebut dibawa pelaku yang berjumlah dua orang kabur. Satu pelaku kini masih dalam pengejaran.

TRENDING :  Selain Akta Kelahiran, Akta Kematian Juga Dokumen Penting Bagi Data Base Kependudukan

Agar korban percaya, lanjut Agusman, pelaku membawa kedua korban yang merupakan pasangan suami istri ke sebuah hotel di Kudus. Di dalam sebuah kamar dilakukan serangkaian ritual untuk menggandakan uang.

Apes, bukannya uang Rp 30 juta menjadi berlipat justru melayang dibawa kabur pelaku. “Uang pura-pura ditaruh di dalam kardus agar bisa berlipat, tapi ternyata di dalam kardus hanya ada dua buah kelapa,” imbuhnya.

TRENDING :  Ribuan Jamaah Calon Haji Kudus Ikuti Manasik Haji Massal

Sementara pelaku TAP ketika ditanya keberadaan uang hasil penipuan, pelaku mengaku sudah dibagi menjadi dua dengan pelaku lainnya. Uang tersebut juga sudah habis dibelanjakan. Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :