Jateng Kebut Pengerjaan 7 Proyek Strategis Nasional

oleh
ISKNEWS.COM

ISKNEWS.COMSemarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera menuntaskan tujuh proyek strategis nasional yang ada di Jawa Tengah. Yakni pembangunan jalan tol, pengembangan pelabuhan dan bandara, kilang minyak, serta Kawasan Industri Kendal (KIK).

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP saat memberi pengarahan pada rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah 2018 di ruang rapat kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Kamis (2/3). Menurutnya, tujuh proyek tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

“Kemarin saya mendampingi Bapak Gubernur (Ganjar Pranowo) rapat terbatas dengan Bapak Presiden RI di Jakarta. Ada beberapa catatan untuk Jateng, khususnya
menyangkut tujuh proyek strategis nasional. Antara lain pembangunan dan pengembangan Bandara Ahmad Yani yang ditarget selesai paling lambat April 2018. Tetapi Bapak Gubernur menghendaki akhir 2017 selesai,” bebernya.

TRENDING :  Talud Longsor, Anak TK Histeris

Proyek strategis lainnya adalah pembangunan Tol Trans Jawa yang meliputi Tol Pemalang-Batang-Kendal, kemudian Semarang-Solo-Kertosono akan tersambung ke Jawa Timur melalui tol Solo-Ngawi. Namun, imbuh Sri Puryono, proyek tol sampai saat ini masih menyisakan beberapa masalah. Antara lain terkait pembebasan tanah wakaf, banda desa, Perhutani, dan PTPN.

TRENDING :  Perangkat Desa Agar Terus Gunakan Rembug Desa Guna Tentukan Program Pembangunan

Percepatan pembangunan yang tidak kalah penting menyangkut infrastruktur pendukung di Kawasan Industri Kendal (KIK). Yakni meliputi jaringan listrik dan pasokan air bersih, serta konektivitas (keterhubungan) KIK, pelabuhan, bandara, serta jalan tol. Sedangkan
untuk proyek SPAM (sistem penyedia air minum) ada di Tegal, Brebes, Wonogiri, Solo, Sukoharjo, dan Klaten.

“Pengembangan dan pengelolaan kawasan Borobudur dan kilang minyak di Cilacap juga masuk proyek stategis nasional. Bahkan selain Bandara Ahmad Yani, Bandara Wirasaba yang sudah berganti nama menjadi Bandara Jenderal Soedirman di Purbalingga juga mendapat prioritas,” imbuhnya.

Proyek strategis nasional, kata dia, merupakan proyek yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, daerah, dan/atau badan usaha yang memiliki sifat strategis untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. Untuk itu Sekda meminta peran aktif jajarannya dalam berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait.

TRENDING :  Ojek Online Dilarang, Pengojek Pangkalan Bersyukur.

“Saya berharap bapak dan ibu di sini tidak tinggal diam, harus aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat, daerah, maupun instansi atau lembaga terkait lainnya guna memajukan pembangunan. Bahkan kemarin ada yang studi banding ke Jateng, mengenai PTSP serta bagaimana Bapak Gubernur Jateng membangun komunikasi dengan rakyat. Salah satunya melalui
roadshow ke berbagai daerah untuk bertemu langsung dengan masyarakat,” tandasnya. (YM/HJT)

KOMENTAR SEDULUR ISK :