Jpeg

Jelang Idul Adha Permintaan Pisau Meningkat

Kudus, isknews.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha yang identik dengan penyembelihan hewan kurban membawa keuntungan tersendiri bagi beberapa pengrajin pisau di Dukuh Bareng Gunung Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo Kudus.

Salah satu pengrajin pisau di desa setempat, Sahri Baedlowi kepada isknews.com menjelaskan bahwa ada kenaikan permintaan usahanya yang cukup signifikan dari 30% hingga 50% dari biasanya. Memang diakuinya 2 pekan di hari menjelang Idul Adha ini, ada kenaikan permintaan usahanya yang cukup signifikan, terlebih permintaan dari pengurus masjid untuk berang penyembelihan, pisau cacah daging maupun tulang, dan permintaan pasar untuk reseller.”Terang Sahri yang juga Ketua Cluster Usaha Logam.

Baca Juga :  Sisi Lain Dari Tradisi Dandangan, Antara Religiusitas Dan Bisnis

Permintaan pisau tidak hanya dari kota Kudus, namun juga datang dari luar kota, diantaranya dari Pati, Semarang, Jakarta, Palembang,Bogor dll. oleh sebab itu, selain membuat sendiri dengan mempekerjakan karyawan dirumah, dia juga mempunyai sub pengrajin pisau untuk memenuhi kebutuhan yang sewaktu waktu ada pesanan yang banyak. dikemukakan, lanjut sahri, meski permintaan mengalami peningkatan, namun untuk harga, dirinya tetap tidak mematok harga tinggi. Bahkan harga masih terbilang sama dengan hari biasa. “tandasnya.

“Memang yang mengalami peningkatan adalah pisau dapur biasa, kalau pisau golok tidak begitu banyak, biasanya dalam sehari kami hanya membuat 120 pisau dapur, namun saat menjelang lebaran qurban seperti ini kami bisa membuat sekitar 200-an pisau per hari,” ujarnya Jum’at (09/09/2016).

Baca Juga :  Perolehan Pendapatan PAD Kudus Dari PBB Mencapai Rp 16,1 M

“Pada saat momen- momen tertentu seperti menjelang Idul Adha saat ini, kami sebagai pengrajin tidak pernah meningkatkan harga, karena permainan harga biasanya dilakukan oleh penjual, buat kami yang penting setiap hari bisa membuat pisau dan laku saja itu sudah cukup,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sahri menambahkan, “Pemasaran kami selama ini hanya untuk penjual pisau saja, namun jika ada masyarakat yang ingin pesan selain nya, kami juga melayani namun harga jual tetap sesuai dengan harga pasaran (penjual), untuk satu buah pisau dapur biasanya sekitar Rp 5000 hingga Rp 6000, sedangkan untuk pisau golok rata- rata Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu, Parang pemotong kambing dihargai 200 ribu, sedangkan Parang pemotong kerbau dihargai 300 ribu hingga 350 ribu,” Pungkasnya.(AS)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?