Jelang Idul Fitri Stok BBM Di Kudus Stabil Dan Aman

Jelang Idul Fitri Stok BBM Di Kudus Stabil Dan Aman

Kudus, isknews.com – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus pada paparannya di dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang digelar oleh Polres Kudus, mengklaim pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquid Petroleum Gas (LPG) untuk masyarakat Kabupaten Kudus  dalam menghadapi Idul Fitri 1438 Hijriah, berada pada ketahanan stok yang stabil, Selasa (13/6/17).

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, yang menunjukkan tren peningkatan permintaan terutama jelang hari raya keagamaan seperti Idul Fitri maupun Nata, tren Idul Fitri tahun ini juga alami hal yang sama namun masih dapat dikatakan stabil.

Didampingi Pengurus Himpunan Swasata Nasional Minyak Dan Gas (Hiswana Migas) Kudus, Djoko Santoso, Sudiharti Kepala Dinas perdagangan Kabupaten Kudus, menyampaikan “Ketahanan stok terus diperbaharui setiap hari. Untuk saat ini, ketahanan stok BBM masih dapat dikatakan stabil untuk 8 hari ke depan,” ujarnya.

TRENDING :  Polres Kudus Kawal Rombongan Bonek Menuju Perbatasan

Sepert diketahui, penyaluran Bahan Bakar Minyak dan LPG di Kabupaten Kudus dilakukan oleh 18 SPBU penyalur BBM PSO & non PSO. Jumlah SPBU di Kabupaten Kudus sebanyak 18 lokasi, dan dalam waktu dekat akan dioperasikan lagi 1 lokasi SPBU baru di Jalan Lingkar Barat.

Jenis BBM Bersubsidi di Kab Kudus saat ini adalah BBM Jenis Solar, sedangkan BBM Umum / Non Subsidi meliputi Jenis Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Penyaluran BBM dan LPG bersubsidi dilaksanakan berdasarkan alokasi/Kuota yang telah ditetapkan untuk tiap-tiap Kab/Kota oleh BPH Migas dan Ditjen Migas Kementerian ESDM setiap tahun.

TRENDING :  Bank Indonesia Ajak Masyarakat Untuk “Cinta Nontunai, Cinta Rupiah”

Dalam rangka menghadapi fluktuasi konsumsi BBM pada Hari raya Idul Fitri, Dinasnya telah menghimbau untuk dilakukan penambahan Supply untuk Konsumen melalui SPBU-SPBU, menginstruksikan SPBU-SPBU untuk mengutamakan pelayanan kepada kendaraan bermotor dan membatasi pelayanan Konsumen jerigen.

“Pada hari raya Lebaran, SPBU yang menjadi Pangkalan LPG wajib mengutamakan konsumen rumah tangga dan UMKM dan menempatkan armada Tangki BBM pada SPBU tertentu yang ditunjuk untuk mengantisipasi apabila terjadi ketersendatan distribusi dari Depo,” ungkapnya.

Bilamana terjadi traffict jam atau kemacetan akut, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait untuk antisipasi pengalihan jalur lalu lintas untuk Armada Tangki BBM, sehingga tetap mendapat prioritas akses ke jalur-jalur tertentu serta menempatkan armada Tangki BBM pada SPBU tertentu yang ditunjuk untuk mengantisipasinya apabila terjadi kemacetan lalu lintas.

TRENDING :  Stok Menipis, Harga Garam Meroket

Sementara itu jenis BBM yang di Subsidi Pemerintah saat ini hanya BBM jenis Solar dengan harga Rp.5.150,-/ liter, sedangkan jenis BBM Non Subsidi meliputi Premium  seharga Rp. 6.550,-/liter dan  Pertalite Rp. 7.500,-/liter, Pertamax (Rp. 8.250,-), Pertamax Turbo (Rp. 9.300) , Pertamina Dex (8.600,-), Dexlite (Rp. 7.300,-).

Dirinya berharap jelang hari H Lebaran nanti Kebutuhan BBM  tidak ada permasalahan yang berarti dan semuanya terkendali dengan baik  serta aman. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Comments are closed.